Respons Joe Hart usai Pep Guardiola Menyesal Buang Dirinya dari Manchester City
Joe Hart menunjukkan kelasnya sebagai legenda Manchester City. Mantan kiper Timnas Inggris itu banjir pujian setelah memberikan respons penuh respek terhadap pengakuan mengejutkan Pep Guardiola.
Beberapa hari lalu, Guardiola secara terbuka mengaku memiliki satu penyesalan besar selama melatih Manchester City. Penyesalan itu adalah tidak memberi kesempatan kepada Joe Hart untuk membuktikan dirinya layak bertahan di bawah arahannya.
Keputusan Pep mendepak Hart pada 2016 memang sempat mengguncang publik sepak bola Inggris. Saat baru datang ke Etihad Stadium, Guardiola langsung menilai Hart tidak cocok dengan gaya bermain yang ia inginkan, terutama dalam distribusi bola dari lini belakang.
Kala itu Hart baru menjalani musim sulit bersama Timnas Inggris di Euro 2016. Pep kemudian memilih mendatangkan Claudio Bravo sebelum akhirnya Ederson menjadi sosok utama di bawah mistar City.
Joe Hart praktis hanya sekali bermain di era Guardiola, tepatnya saat menghadapi Steaua Bucharest di kualifikasi Liga Champions, sebelum dipinjamkan ke Torino.
Hampir satu dekade berlalu, Guardiola akhirnya mengakui keputusan itu masih menghantuinya.
“Saya punya penyesalan yang saya simpan dalam-dalam selama bertahun-tahun. Saya tidak memberi Joe Hart kesempatan untuk membuktikan dirinya kepada saya,” ujar Guardiola kepada Sky Sports.
“Saya seharusnya bisa berkata, ‘Joe, mari kita coba bersama. Jika tidak berhasil, baru kita ubah.’ Tapi saat itu saya mengambil keputusan dan mungkin saya tidak cukup adil,” lanjutnya.
Pernyataan Guardiola langsung memancing perhatian besar. Namun yang paling menyita sorotan adalah respons Joe Hart sendiri.
Saat menjadi pundit menjelang laga terakhir Manchester City musim ini melawan Aston Villa, Hart mengaku cukup tersentuh mendengar ucapan Guardiola.
“Saya tidak menyangka dia akan mengatakan itu. Dan jujur, itu lebih berarti bagi saya daripada yang saya bayangkan,” kata Hart.
Meski sempat tersingkir dengan cara yang menyakitkan, Hart ternyata sama sekali tidak menyimpan dendam kepada Guardiola.
“Saya menyukai Pep sebelum kejadian itu, dan saya masih menyukainya sekarang. Kami berjabat tangan saat dia memberi tahu saya bahwa saya tidak masuk dalam rencananya,” ujar Hart.
“Kami sama-sama menyampaikan alasan masing-masing. Saya merasa cukup bagus untuk diberi kesempatan, tapi dia adalah orang yang punya kekuasaan untuk mengambil keputusan.”
Hart juga mengakui karier Guardiola bersama Manchester City membuktikan kualitas sang pelatih.
“Lihat saja, dia baik-baik saja kan? Dia pelatih luar biasa. Saya tidak menyimpan kebencian. Hidup saya terus berjalan dan saya tetap punya karier yang luar biasa setelah itu,” ucap Hart.
Kiper yang pernah menjadi ikon City tersebut juga menegaskan cintanya kepada klub tidak pernah berubah hanya karena satu momen pahit.
“Saya selalu bersyukur atas apa yang saya dapatkan di Manchester City. Orang-orang sering bertanya bagaimana perasaan saya tentang City. Masa iya hanya karena satu momen buruk saya melupakan semua kenangan hebat di klub ini?” katanya.
Hart bahkan menutup pernyataannya dengan kalimat penuh respek kepada Guardiola.
“Saya menghargainya sebagai manusia. Saya menantikan berjabat tangan dengannya dan mendoakan yang terbaik untuknya.”
Sikap dewasa Hart langsung menuai pujian dari banyak fans sepak bola. Banyak yang menyebut mantan penjaga gawang Inggris itu sebagai sosok langka di dunia sepak bola modern.
“Tidak ada dendam, tidak ada kepahitan. Hanya pria yang damai dengan perjalanan hidupnya,” tulis salah satu fans di media sosial.
Yang lain menyebut Joe Hart sebagai “manusia luar biasa” dan “true blue” Manchester City yang tetap menjaga rasa hormat meski pernah disingkirkan secara menyakitkan.