Dalam Sepekan, 3 Turis Asing Jadi Korban Kekerasan Seksual di Bali

Tiga turis asing atau warga negara asing (WNA) menjadi korban kekerasan seksual di Bali dalam kurun waktu sepekan pada Maret 2026.
Seluruh peristiwa terjadi di wilayah Kabupaten Badung, yang dikenal sebagai salah satu pusat pariwisata di Pulau Dewata.
Korban berasal dari China dan Australia, dengan lokasi kejadian tersebar di Pecatu, Seminyak, dan Canggu. Polisi telah menangkap seluruh pelaku dalam tiga kasus tersebut.
1. WNA China Diperkosa Oknum Ojek Pangkalan di Pecatu
Peristiwa pertama terjadi pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 01.00 WITA di kawasan Pecatu, Kuta Selatan, Kabupaten Badung.
Korban berinisial RF (22), warga negara China, menjadi korban pemerkosaan oleh pria berinisial SAM (24) yang merupakan ojek pangkalan dan mengaku sebagai pengemudi ojek online.
Pelaku membawa korban ke jalan sepi, mengancam, lalu memaksa korban melayani nafsu seksualnya. Setelah kejadian, pelaku juga merampas ponsel iPhone 14 milik korban serta meminta uang Rp 150.000 dengan alasan untuk mengantar korban kembali ke penginapan.
2. WNA Australia Diperkosa Petugas Keamanan di Seminyak
Sehari berselang, Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 04.00 WITA, kasus kekerasan seksual kembali terjadi di sebuah tempat hiburan malam di Seminyak, Kecamatan Kuta, Badung.
Korban berinisial KN (21), warga negara Australia, dilecehkan hingga dipaksa berhubungan badan oleh petugas keamanan (security) berinisial ABM (29).
Pelaku memanfaatkan kondisi sepi saat korban hendak mengambil barang di kamar mandi perempuan.
Setelah menerima laporan korban dan mengumpulkan alat bukti, polisi menangkap pelaku di kediamannya di wilayah Denpasar Barat pada Kamis (26/3/2026).
3. WNA China Dilecehkan Petugas Security Hotel di Canggu
Kasus ketiga terjadi pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 04.00 WITA di sebuah hotel di Jalan Pantai Batu Bolong, Canggu, Kabupaten Badung.
Korban berinisial QY alias LZ (33), warga negara China, awalnya meminta bantuan petugas keamanan hotel berinisial KYP (24) untuk membuka pintu kamar yang terkunci dan tidak bisa dibuka.
Namun, pelaku justru membekap korban dari belakang hingga terjatuh dan melakukan pelecehan seksual. Korban berhasil melarikan diri setelah melawan dan masuk ke kamar temannya.
Aksi Terjadi Karena Ada Kesempatan
Kepolisian Daerah (Polda) Bali mengungkapkan keprihatinan atas rentetan kasus kekerasan seksual yang menimpa tiga WNA dalam waktu sepekan di sejumlah lokasi wisata di Pulau Dewata.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali, Kombes Pol I Gede Adhi Mulyawarman, menyatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi karena adanya pertemuan antara niat jahat pelaku dan kesempatan yang terbuka.
"Kondisi korban memang rata-rata dari tempat hiburan. Kepulangan dari korban ini rata-rata dini hari dan sendiri. Serta mohon maaf berpakaian kan dari tempat hiburan (berpakaian hiburan malam)," ujar Adhi dalam konferensi pers di Mapolda Bali, Jumat (27/3/2026).
Menanggapi maraknya kejadian tersebut, Polda Bali mengimbau wisatawan, termasuk WNA, agar lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di malam hari.
"Bagi wisatawan, hindari bepergian sendirian di jam-jam rawan (dini hari). Gunakan transportasi resmi yang terdaftar di aplikasi agar identitas pengemudi tercatat jelas," tegasnya.
Polisi juga meminta pelaku industri pariwisata dan masyarakat untuk turut berperan dalam menciptakan lingkungan yang aman serta meminimalkan peluang terjadinya tindak kriminal.
Polda Bali memastikan seluruh pelaku dalam tiga kasus tersebut telah ditangkap dan akan dijerat dengan hukuman berat, termasuk Pasal 414 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hingga 9 tahun penjara, serta Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Dalam Seminggu 3 Turis WNA di Bali Jadi Korban Rudapaksa, Polda Bali Minta Pelancong Waspada!"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang