Pep Guardiola: Saya Tidak Pernah Percaya VAR

Manchester City, Manchester City vs Crystal Palace, Pep Guardiola, Crystal Palace, Pep Guardiola: Saya Tidak Pernah Percaya VAR

Sejumlah keputusan kontroversial terkait wasit dan VAR membuat pelatih Manchester City, Pep Guardiola secara terang-terangan menyebut tak lagi mempercayainya.

Kontroversi wasit dan VAR menjadi isu yang cukup banyak terjadi dalam beberapa waktu terakhir, termasuk keputusan krusial wasit Chris Kavanagh pada laga West Ham vs Arsenal.

Chris Kavanagh menganulir gol Callum Wilson pada menit ke-95 akibat terjadi pelanggaran terlebih dahulu kepada David Raya.

Keputusan itu sangat penting bagi kedua tim. Arsenal berhasil meraih kemenangan dan menjaga kans meraih gelar juara Liga Inggris, sementara West Ham semakin sulit keluar dari zona degradasi.

Selain bagi kedua tim, keputusan itu membuat alarm bahaya Manchester City mulai berbunyi karena jarak mereka dengan Arsenal kini kembali 5 poin.

Laga Manchester City vs Crystal Palace di Stadion Etihad, Kamis (14/5/2026) pukul 02.00 WIB wajib berakhir dengan kemenangan bagi The Citizens jika ingin menjaga peluang juara.

Tidak Percaya dengan Wasit dan VAR

Pep Guardiola mengatakan jika skuad asuhannya mengalihkan fokusnya kepada laga menghadapi Crystal Palace ketimbang mempermasalahkan wasit dan VAR.

"Saya selalu belajar bahwa ketika Anda kehilangan fokus, Anda berada dalam situasi berbahaya," kata Guardiola dikutip dari Sky Sports.

"Hanya kita yang bisa melakukan apa yang harus kita lakukan dan melakukannya dengan lebih baik. Itu sepenuhnya berada dalam kendali kita," tambahnya.

Manchester City, Manchester City vs Crystal Palace, Pep Guardiola, Crystal Palace, Pep Guardiola: Saya Tidak Pernah Percaya VAR

Kiper Arsenal, David Raya, berusaha meraih bolapada laga Liga Inggris antara West Ham United dan Arsenal di Stadion London, London timur, pada 10 Mei 2026.

Pep Guardiola mengaku tidak lagi percaya dengan wasit dan VAR karena sudah terlalu sering dikecewakan. Sehingga baginya, fokus ke permainan lebih penting daripada memikirkan keputusan wasit.

"Kami kalah di dua final Piala FA karena wasit tidak menjalankan tugas mereka sebagaimana mestinya. Bahkan VAR. Ketika ini terjadi, itu karena kami harus berbuat lebih baik. Bukan wasitnya. Saya tidak pernah mempercayai apa pun [pada VAR] sejak saya datang ke sini sejak lama."

"Kalian harus melakukannya dengan lebih baik. Lakukan dengan lebih baik. Jika kalian ingin berada di posisi itu, lakukan dengan lebih baik karena kalian harus menyalahkan diri sendiri," tegasnya.

Fokus Bermain Baik

Bagi Guardiola, VAR selayaknya melempar koin yang tidak bisa diduga. Karena alasan itu, ia memilih realistis dengan menjaga performa di atas lapangan.

"VAR itu seperti melempar koin. Kalian harus melakukannya dengan lebih baik. Itulah Crystal Palace, fokus, fokus, dan fokus," kata mantan pelatih Barcelona tersebut.

Pelatih asal Spanyol itu menegaskan jika pada akhirnya nasib akan ditentukan oleh mereka sendiri. Bermain sebaik mungkin akan lebih membantu daripada mengharap pertolongan wasit.

"Saya selalu mengatakan kepada para pemain ketika saya tiba di sini dan di Barcelona serta Bayern Munich: 'Kalian harus melakukannya dengan lebih baik'."

"Yang satunya lagi adalah tugas pernyataan dan lembaga yang mengatur kompetisi tersebut," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang