Pep Guardiola Tinggalkan Man City dengan Akhir Tragis, Tumbang dari Aston Villa di Laga Perpisahan

Pep Guardiola
Pep Guardiola

Era panjang Pep Guardiola bersama Manchester City resmi berakhir dengan cara yang jauh dari sempurna. Bermain di hadapan publik Stadion Etihad pada pekan terakhir Liga Inggris 2025/26, Minggu malam WIB, The Citizens justru dipaksa menyerah 1-2 dari Aston Villa dalam laga penuh emosi.

Atmosfer haru sudah terasa bahkan sebelum pertandingan dimulai. Suporter City memenuhi tribun dengan koreografi dan nyanyian khusus untuk Guardiola, sosok yang mengubah wajah klub selama satu dekade terakhir. Namun malam yang diharapkan menjadi pesta perpisahan itu berubah menjadi penutup pahit.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

City sebenarnya tampil meyakinkan di awal pertandingan. Dominasi penguasaan bola langsung diperlihatkan sejak menit-menit pertama demi memberikan kemenangan terakhir bagi sang manajer asal Spanyol.

Gol pembuka akhirnya hadir pada menit ke-23 melalui Antoine Semenyo. Berawal dari situasi sepak pojok, bola liar di tiang dekat langsung disambar Semenyo lewat sepakan voli keras yang gagal dihentikan kiper Aston Villa. Gol tersebut menjadi koleksi ke-17 Semenyo di Liga Inggris musim ini.

Antoine Semenyo

Setelah unggul, City semakin nyaman mengendalikan permainan. Kombinasi lini tengah mereka membuat Aston Villa lebih banyak menunggu sambil mengandalkan serangan balik cepat. Meski demikian, tim tamu beberapa kali tetap mampu mengancam pertahanan City yang dikawal John Stones dan Ruben Dias.

Skor 1-0 bertahan hingga turun minum. Namun, situasi berubah drastis ketika babak kedua baru berjalan dua menit.

Ollie Watkins sukses memanfaatkan sapuan buruk Stones sebelum melepaskan penyelesaian tenang untuk menaklukkan James Trafford. Gol itu membuat kedudukan kembali imbang sekaligus mengubah momentum pertandingan.

Villa bermain semakin percaya diri setelah gol penyeimbang tersebut. Sebaliknya, City mulai kehilangan ritme dan beberapa kali melakukan kesalahan di area pertahanan sendiri.

Di tengah tekanan itu, momen emosional terjadi ketika Bernardo Silva ditarik keluar pada pertengahan babak kedua. Sang kapten mendapat guard of honour dari rekan-rekannya di tepi lapangan, sementara Guardiola terlihat memberikan pelukan panjang dalam suasana penuh penghormatan.

Petaka bagi City datang pada menit ke-61. Watkins kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah lolos dari jebakan offside dan menaklukkan Trafford untuk kedua kalinya.

Gol sempat dianulir hakim garis, tetapi VAR kemudian mengesahkannya setelah Ruben Dias dianggap membuat posisi Watkins tetap onside. Keputusan itu langsung membuat pendukung Aston Villa bersorak, sedangkan publik Etihad terdiam.

Dalam posisi tertinggal 1-2, City mencoba menyerang habis-habisan demi menghindari kekalahan pada malam perpisahan Guardiola. Phil Foden sempat membobol gawang Villa di masa injury time, tetapi wasit menganulir gol tersebut karena offside.

Peluit panjang akhirnya memastikan kekalahan Manchester City sekaligus menjadi akhir yang pahit bagi perjalanan Guardiola bersama klub yang telah ia bawa meraih begitu banyak trofi domestik maupun Eropa.

Hasil ini membuat Manchester City menutup musim sebagai runner-up Liga Inggris dengan 78 poin, kalah dari Arsenal yang keluar sebagai juara. Sementara Aston Villa memastikan finis di posisi keempat dan mengamankan tiket Liga Champions musim depan setelah sebelumnya sukses menjuarai Liga Europa.

Susunan Pemain

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Manchester City (4-2-3-1): Trafford; Lewis, Stones (Gvardiol 77'), Dias, Ake (Ait-Nouri 77'); Silva (C) (Kovacic 59'), Gonzalez; Semenyo (Cherki 58'), Savinho, Reijnders (Doku 77').

Aston Villa (4-2-3-1): Bizot; Garcia (Cash 46'), Lindelof (Pau Torres 73'), Mings (C), Maatsen; Bogarde (Onana 73'), Luiz (Tielemans 73'); Bailey, Buendia, Barkley (McGinn 87'); Watkins.