Pep Guardiola Sebut Bakal Istirahat Melatih untuk Sementara Usai Tinggalkan Man City
Pep Guardiola memastikan akan meninggalkan Manchester City setelah satu dekade melatih klub tersebut.
Keputusan itu diumumkan pada Jumat (22/5/2026) dan mengakhiri perjalanan panjang Guardiola bersama Man City.
Setelah kabar perpisahan resmi keluar, Pep Guardiola juga mengungkap rencana berikutnya.
Pelatih berusia 55 tahun itu mengatakan dirinya ingin beristirahat dari dunia sepak bola untuk sementara waktu.
“Istirahat. Tidak ada rencana untuk berlatih untuk sementara waktu. Jika tidak, saya akan berada di sini. Saya perlu mundur, saya tidak akan berlatih untuk sementara waktu,” kata Guardiola.
Ia menyebut banyak orang memprediksi dirinya akan segera kembali melatih setelah meninggalkan Man City.
Namun, Pep Guardiola merasa dirinya memang membutuhkan waktu untuk menjauh sejenak dari rutinitas sepak bola.
“Banyak orang ketika saya mengatakan ini akan menjadi musim terakhir saya berkata setelah tiga bulan saya akan kembali."
"Saya rasa tidak, saya akan istirahat sejenak, tetapi saya harus membuktikan kepada diri sendiri (bahwa saya butuh istirahat),” terang Guardiola.
Guardiola mengaku energi dan kondisi mental menjadi alasan utama dirinya memilih mundur setelah 10 tahun menangani Man City.
Guardiola Merasa Perlu Bernapas dan Bersantai
Sebelum melatih Man City, Guardiola juga memiliki perjalanan panjang bersama FC Barcelona dan Bayern Muenchen.
Dia menangani Barcelona dari 2008 hingga 2012, lalu melatih Bayern Muenchen pada periode 2013 sampai 2016.
Setelah itu, Guardiola bergabung dengan Man City dan terus bekerja dalam jadwal padat selama bertahun-tahun.
Menurut Guardiola, tekanan dan tuntutan besar dalam dunia sepak bola membuat dirinya perlu mengambil jeda.
Pep Guardiola berpose dengan trofi setelah pertandingan sepak bola final Piala FA antara Chelsea vs Manchester City di stadion Wembley di London, pada 16 Mei 2026. Manchester City memenangkan pertandingan dengan skor 1-0. (Foto oleh Adrian Dennis / AFP)
“Ini bukan 10 tahun, kecuali setengah tahun di New York – ini sudah 17 atau 18 tahun setiap tiga hari dengan orang-orang yang menuntut treble dan Liga Premier dan saya perlu sedikit bernapas dan bersantai. Saya akan istirahat sejenak.”
Guardiola juga mengaku puas dengan perjalanan kariernya di Man City.
Selama berada di Etihad Stadium, dia merasa mendapat banyak dukungan dan cinta dari klub maupun para pendukung.
“Saya merasa sangat puas, bahagia, dan bangga. Ini adalah pengalaman terbaik dalam hidup saya di City, jika tidak, saya tidak akan bertahan selama 10 tahun. Saya sangat berterima kasih atas banyaknya cinta dan kasih sayang,” terang Guardiola.
Man City Siapkan Penghormatan Khusus
Man City juga menyiapkan penghormatan untuk Guardiola setelah keputusannya meninggalkan klub.
Salah satu tribun Stadion Etihad akan memakai nama Pep Guardiola.
Tribun utara stadion dijadwalkan dibuka pada laga terakhir musim ini saat Man City menghadapi Aston Villa. Selain itu, klub juga akan membuat patung Guardiola di area sekitar stadion.
Guardiola mengaku sangat tersentuh dengan keputusan klub tersebut. Penamaan tribune memakai nama keluarganya membuat momen tersebut terasa spesial bagi dirinya dan keluarga.
“Saya tidak bisa berkata-kata, tidak ada kata-kata yang bisa saya ucapkan.”
“Ayah saya akan datang pada hari Minggu, usianya 94 tahun, untuk menonton pertandingan. Merupakan kehormatan luar biasa untuk mengabadikan namanya di tempat yang indah ini.”
Selama melatih Man City, Guardiola berhasil meraih 20 trofi.
Di antaranya empat gelar Liga Inggris beruntun, Liga Champions, Piala Dunia Antarklub, serta sejumlah trofi domestik lainnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang