PSM vs Persija, Bernardo Tavares Tetap Fokus Walau 5 Bulan Tak Digaji
Memasuki pekan ke-5 Super league 2025-2026 PSM Makassar tengah berada dalam situasi sulit.
Tiga poin dari tiga kali seri dan sekali kalah menempatkan tim di dasar klasemen sementara.
Pelatih PSM, Bernardo Tavares menyadari kondisi ini menjadi sorotan besar.
Namun, persoalan di lapangan ia katakan hanyalah sebagian kecil dari masalah yang dihadapi tim.
Ia menegaskan ada hal lebih serius yang mengganggu fokus tim, yakni keterlambatan gaji yang dialami pemain maupun staf pelatih.
“Ini musim keempat saya di PSM. Sejak musim pertama kita selalu mendapatkan masalah keterlambatan gaji, pembayaran, dan bonus. Saya bersama staf dan pemain selalu ingin memberikan yang terbaik untuk klub,” tutur pelatih asal Portugal.
Ia bahkan mengungkap pengalaman pahit seorang staf yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, termasuk yang dialami.
“Saya sendiri juga hampir lima bulan tidak menerima gaji,” imbuhnya.
Dampak pada Performa Tim
Namun ia menegaskan, kondisi finansial ini memang bukan alasan utama hasil buruk tim, tetapi wajar jika hal tersebut memengaruhi fokus dan motivasi.
Selain masalah gaji, Bernardo Tavares juga menyoroti keterbatasan persiapan tim sejak awal musim.
Banyak pemain yang datang terlambat, kondisi fisik tidak maksimal, dan sejumlah pemain cedera membuat PSM kesulitan tampil konsisten.
“Berbeda dari musim sebelumnya saat pramusim di Piala Presiden. Imbasnya kita baru sama-sama dalam tim saat kompetisi berjalan, ibaratnya kita melakukan pramusim di jadwal liga,” katanya.
Hasil Buruk Bukan Satu-Satunya Masalah
Untuk itu ia mengakui hasil yang diraih tim memang mengecewakan.
Menurutnya, PSM bisa mengantongi lebih banyak poin jika melihat perjalanan dari laga pertama.
“Ya betul, sepak bola mengenai hasil. Tapi jika saya coba runut dari laga pertama melawan Persijap (1-1), jika kita tidak kemasukan di menit-menit akhir, seharusnya kita mendapatkan tambahan poin. Namun, kita kemasukan dan kehilangan poin,” ujar Bernardo Tavares.
Ia juga menyinggung soal sejumlah laga yang sebenarnya berjalan cukup baik terlepas dari hasil akhir.
Saat melawan Bhayangkara FC, PSM sempat unggul 1-0 sebelum akhirnya harus puas dengan hasil imbang 1-1.
Bhayangkara FC ditahan imbang PSM Makassar padal lanjutan pekan kedua Super League 2025-2026 di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung.
Begitu pula saat menghadapi Semen Padang (1-1), dengan kondisi banyak pemain cedera, mereka masih bisa membawa pulang satu poin tandang.
Di laga terakhir, kesalahan harus dibayar mahal dengan dua gol Persita Tangerang (2-1).
“Pada laga terakhir kita membuat peluang, namun dua kesalahan harus dibayar dengan dua gol dan kita kehilangan poin,” imbuhnya.
Dukungan Suporter Sangat Dibutuhkan
Di tengah situasi pelik ini, ia kembali mengingatkan pentingnya dukungan suporter.
Baginya, kehadiran penonton di stadion mampu memberi energi tambahan bagi pemain yang tengah berada dalam kepercayaan diri rendah.
“Saya tekankan, perlu dan butuh suporter untuk memberikan motivasi. Pada saat pemain melakukan kesalahan, kita butuh semangat agar tidak merasa sendirian di kandangnya,” ujar pelatih berlisensi UEFA Pro itu.
Bernardo Tavares menambahkan, menang atau kalah adalah bagian dari sepak bola, namun yang terpenting adalah tetap bersama-sama dalam kondisi apa pun.
Kini PSM akan menghadapi Persija Jakarta pada laga pekan ke-5 Super League 2025-2026 di Stadion Gelora BJ Habibie Pare-pare, Minggu (21/9/2025) malam.
“Kita akan melawan tim yang sangat kuat dan bagus dengan beberapa hasil yang diraih menjadi motivasi tinggi mereka. Oleh karena itu kita harus sempurna dan menghindari kesalahan-kesalahan di pertandingan,” pungkasnya.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.