Banjir Sitaro Sulut Tewaskan 14 Orang, Kodam XIII/Merdeka Kerahkan Personel Bantu Evakuasi

Banjir Sitaro Sulut Tewaskan 14 Orang, Kodam XIII/Merdeka Kerahkan Personel Bantu Evakuasi, Apa kata aparat terkait jumlah korban banjir bandang?, Seberapa besar kerusakan rumah dan fasilitas warga?, Bagaimana langkah TNI dan pemerintah dalam penanganan darurat?, Wilayah mana saja yang terdampak banjir bandang?

 Banjir bandang menerjang sejumlah permukiman di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, pada Senin (5/1/2026) dini hari.

Bencana alam yang terjadi sekitar pukul 02.45 Wita itu dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 02.00 Wita secara terus-menerus.

Curah hujan tinggi menyebabkan luapan air bercampur material tanah, batu, dan kayu dari kawasan perbukitan mengalir deras ke permukiman warga.

Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan kerusakan material yang signifikan, tetapi juga menelan korban jiwa.

Data sementara yang dihimpun aparat menunjukkan dampak banjir bandang di Siau cukup luas, mencakup beberapa kecamatan dan kelurahan dengan tingkat kerusakan yang berbeda-beda.

Apa kata aparat terkait jumlah korban banjir bandang?

Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) XIII/Merdeka Kolonel Inf Daniel E. S. Lalawi menyampaikan bahwa berdasarkan data sementara, banjir bandang tersebut mengakibatkan 14 orang meninggal dunia. Informasi ini disampaikan Kapendam saat berada di Manado, Senin.

"Sebanyak 25 orang lainnya mengalami luka-luka, serta satu orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian," kata Kapendam dikutip dari Antara.

Selain korban meninggal dan luka-luka, bencana ini juga memaksa warga meninggalkan rumah mereka.

Sebanyak 35 kepala keluarga dengan total 108 jiwa tercatat mengungsi ke lokasi-lokasi yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah setempat untuk menghindari potensi bahaya lanjutan.

Banjir Sitaro Sulut Tewaskan 14 Orang, Kodam XIII/Merdeka Kerahkan Personel Bantu Evakuasi, Apa kata aparat terkait jumlah korban banjir bandang?, Seberapa besar kerusakan rumah dan fasilitas warga?, Bagaimana langkah TNI dan pemerintah dalam penanganan darurat?, Wilayah mana saja yang terdampak banjir bandang?

Tim pencarian dan pertolongan gabungan bersama warga melakukan evakuasi pada korban terdampak banjir bandang di Kabupaten Kepualauan Sitaro pada Senin (5/1/2026).

Seberapa besar kerusakan rumah dan fasilitas warga?

Kerugian material akibat banjir bandang di Pulau Siau terbilang cukup besar. Dari pendataan sementara, tercatat 64 unit rumah warga mengalami kerusakan, baik kategori rusak berat maupun rusak ringan.

Tidak hanya itu, sebanyak 21 unit rumah lainnya dilaporkan hilang setelah terseret arus banjir yang datang secara tiba-tiba dengan kekuatan besar.

Kerusakan tidak hanya terjadi pada bangunan rumah. Sejumlah fasilitas umum dan infrastruktur pendukung kehidupan masyarakat juga terdampak.

Di beberapa titik, material banjir berupa tanah, batu, dan kayu menutup akses jalan utama. Kondisi ini menyebabkan jalur transportasi darat tidak dapat dilalui, baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Penutupan akses jalan tersebut turut menyulitkan mobilisasi warga serta distribusi bantuan logistik ke wilayah terdampak.

Aparat dan pemerintah daerah masih berupaya membuka jalur-jalur yang tertutup agar proses evakuasi dan penanganan darurat dapat berjalan lebih optimal.

Bagaimana langkah TNI dan pemerintah dalam penanganan darurat?

Menindaklanjuti kejadian banjir bandang tersebut, jajaran TNI melalui Kodam XIII/Merdeka segera mengambil langkah cepat.

Kapendam XIII/Merdeka menjelaskan bahwa Dandim 1301/Sangihe telah memerintahkan Danramil 1301-02/Siau beserta personel untuk terjun langsung ke lokasi terdampak.

"Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kodam XIII/Merdeka melalui Dandim 1301/Sangihe telah memerintahkan Danramil 1301-02/Siau beserta personel untuk terjun langsung ke lokasi terdampak guna membantu proses pencarian, evakuasi korban, serta penanganan darurat bersama unsur Polri dan pemerintah daerah," ujarnya.

Sebagai bentuk respons cepat terhadap bencana, Kodam XIII/Merdeka juga menyiapkan dukungan personel dan logistik tambahan.

Sebanyak dua peleton personel TNI disiagakan untuk membantu penanganan di lokasi terdampak.

Personel tersebut terdiri dari unsur satuan tempur, bantuan tempur, balak, serta personel Bekangdam.

Mereka dilengkapi dengan berbagai sarana pendukung, antara lain kendaraan truk, perlengkapan lapangan, tenda pengungsian, pailbad, serta aldurlap yang dibutuhkan untuk mendukung kebutuhan dasar para pengungsi.

Untuk menjangkau Pulau Siau, pergeseran personel TNI direncanakan menggunakan Kapal Feri Lokon Banua milik Pemerintah Daerah Sitaro.

Keberangkatan dilakukan melalui Dermaga PSDP Bitung dengan tetap mempertimbangkan faktor cuaca dan keselamatan pelayaran.

Wilayah mana saja yang terdampak banjir bandang?

Banjir bandang yang terjadi di Pulau Siau berdampak pada sejumlah wilayah permukiman. Beberapa lokasi yang dilaporkan terdampak antara lain:

  • Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur
  • Kampung Laghaeng dan Kampung Batusenggo, Kecamatan Siau Barat Selatan
  • Kampung Peling dan Kampung Bumbiha, Kecamatan Siau Barat
  • Kelurahan Paseng, Kecamatan Siau Barat.

Di wilayah-wilayah tersebut, air bercampur material dari perbukitan masuk ke rumah-rumah warga dan menyebabkan kerusakan parah.

Selain rumah tinggal, beberapa fasilitas umum juga dilaporkan terdampak sehingga aktivitas masyarakat lumpuh sementara.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang