Bertahan 78 Tahun, Rumah Makan Padang Legendaris di Singapura Umumkan Tutup, Menteri Sampai Turun Tangan
Sebuah rumah makan padang populer di kawasan Kampong Gelam Singapura bernama Warong Nasi Pariaman akan menutup gerainya. Rumah makan yang telah berdiri selama 78 tahun ini secara akan tutup permanen pada 31 Januari 2026 mendatang.
Warong Nasi Pariaman yang berlokasi di ruko bernomor 738 North Bridge Road, dekat Sultan Mosque itu telah beroperasi sejak 1948 dan dikelola secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Dalam unggahan Facebook pada 21 Januari, Warong Nasi Pariaman mengucapkan terima kasih kepada para pelanggan atas dukungan dan kesetiaan yang tak pernah putus selama bertahun-tahun.
“Kami mohon maaf atas pengumuman yang mendadak ini dan memohon pengertian Anda semua, karena ini merupakan keputusan yang sangat sulit bagi kami,” tulis mereka dikutip dari laman The Straits Times, Selasa 27 Januari 2026.
Restoran tersebut juga menyampaikan bahwa jelang penutupan rumah makan tersebut pihaknya tidak menerima reservasi. Makanan akan disajikan berdasarkan urutan kedatangan alias siapa cepat, dia dapat.
Sementara itu, salah satu pemilik, Abdul Munaf Isrin, menolak mengungkapkan alasan penutupan restoran ketika diwawancarai Berita Harian pada 20 Januari lalu.
Dalam unggahan Facebook terpisah pada 21 Januari, pelaksan tugas Menteri Urusan Masyarakat Muslim Singapura, Faishal Ibrahim, mengatakan bahwa ia mengunjungi keluarga pemilik restoran pada 20 Januari.
Ia menambahkan bahwa dirinya telah meminta rekan-rekan di berbagai lembaga pemerintah untuk berkomunikasi dengan para pemilik guna memahami bantuan apa yang mungkin dibutuhkan saat mereka merencanakan langkah selanjutnya.
Profesor Madya Faishal menyebut banyak warga Singapura yang berbagi kenangan tentang Warong Nasi Pariaman dan berharap restoran tersebut dapat terus beroperasi.
“Nilai tempat seperti Pariaman sungguh tak ternilai dalam masyarakat kita. Saya menyampaikan kepada keluarga bahwa mereka sangat dihargai, dan bahwa masakan mereka telah menjadi bagian dari kebersamaan dan kenangan banyak warga Singapura selama bertahun-tahun,” kata dia.
Sebelumnya, CNA melaporkan adanya kenaikan harga sewa di kawasan Kampong Gelam, dengan beberapa lokasi melonjak dari sekitar 3.000 dolar menjadi hampir 10.000 dolar dalam beberapa tahun terakhir.
Restoran yang berlokasi di ruko 738 North Bridge Road dekat Masjid Sultan ini telah beroperasi sejak 1948 dan dikelola secara turun-temurun.