Update! Erdogan Umumkan Sudah Temukan Black Box Pesawat Angkut Militer Turki yang Jatuh di Georgia

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Majelis Umum PBB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Majelis Umum PBB

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan informasi terbaru terkait jatuhnya pesawat angkut militer C-130 milik Turki di wilayah Georgia. Ia mengumumkan telah menemukan kotak hitam (black box) dan 19 jenazah dari 20 tentara yang ada di dalam pesawat tersebut. 

Erdogan mengatakan, para ahli sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut dari kotak hitam tersebut. Ia menambahkan, pencarian korban terus dilakukan bahkan diperluas dan diawasi secara ketat. 

"Kami memantau secara real time dan akan memastikan investigasi menyeluruh untuk mengklarifikasi semua keadaan tentang apa yang terjadi," tegas Erdogan dikutip dari UNN pada Kamis, 13 November 2025. 

Menurut otoritas pengatur lalu lintas udara Georgia, Sakaeronavigatsia, pesawat tersebut hilang dari pantauan radar segera setelah memasuki wilayah udara Georgia. Pesawat tidak mengirimkan sinyal darurat atau tanda bahaya sebelum akhirnya terjadi kecelakaan.

Pesawat angkut militer Turki jatuh di wilayah Georgia.

Rekaman yang diterbitkan media Azerbaijan menunjukkan pesawat itu mengepulkan awan asap hitam tebal ke langit setelah jatuh. Puing-puing tersebar di lahan pertanian dan dikelilingi perbukitan.

Pemimpin Turki ini juga menyampaikan bahwa Kementerian Pertahanan Nasional dan Direktorat Komunikasi terus memberikan informasi terbaru kepada publik terkait insiden jatuhnya pesawat angkut militer di perbatasan Georgia–Azerbaijan. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak mudah percaya terhadap informasi palsu yang beredar di media sosial.

Kecelakaan pesawat kargo disampaikan oleh Menteri Pertahanan Turki, Yasar Guler, Rabu, 12 November 2025. Lokasi jatuhnya pesawat sekitar lima kilometer dari perbatasan Georgia-Azerbaijan setelah pesawat lepas landas dari kota Ganja di Azerbaijan.

Awalnya, pesawat berangkat dari Kota Kayseri di Turki ke Azerbaijan tepatnya ke Kota Ganja untuk menjemput sejumlah prajurit lain pada Senin, 10 November 2025. Kemudian melanjutkan penerbangan menuju Merzifon, kota di bagian utara Turki.

Naasnya, pesawat jatuh saat dalam perjalanan menuju Merzifon.  Insiden ini menjadi paling parah yang pernah terjadi di Turki sejak tahun 2020, demikian laporan Aljazeera dikutip Kamis, 13 November 2025.

"Prajurit kami yang gagah berani gugur dalam kecelakaan pesawat militer C-130 di perbatasan Georgia–Azerbaijan. Atas nama pribadi dan Kementerian Pertahanan, saya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban," tulis Yasar Guler di platform X miliknya.

Pesawat C-130 merupakan pesawat angkut turboprop bermesin empat yang banyak digunakan oleh militer di seluruh dunia untuk mengangkut personel, kargo, dan peralatan lainnya. Pesawat itu diproduksi pada tahun 1968 dan awalnya bertugas di Arab Saudi, sebelum diakuisisi oleh militer Turki pada tahun 2010.