Update Kecelakaan Pesawat ATR 42-500, Jenazah Korban Pertama Berhasil Dievakuasi dengan Helikopter

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban pertama kecelakaan pesawat ATR 42-500 dari lokasi jatuhnya pesawat di Kampung Lampeso, Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Rabu (21/1/2026) pagi.
Proses evakuasi dilakukan melalui jalur udara menggunakan helikopter AS 365 N3+ Dauphin milik Basarnas Makassar.
Langkah ini diambil setelah kondisi cuaca di lokasi kejadian dinyatakan mendukung untuk operasi penerbangan.
Kepala Seksi Operasional Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengonfirmasi bahwa seluruh proses berjalan lancar berkat cuaca cerah di sekitar pegunungan sejak pagi hari.
“Alhamdulillah, cuaca hari ini mendukung untuk dilakukan evakuasi,” ujar Andi Sultan, Rabu.
Detik-detik Evakuasi Udara
Berdasarkan data operasional, helikopter Dauphin dengan nomor registrasi HR-3601 tersebut diberangkatkan dari Lampeso pada pukul 07.47 Wita.
Hanya berselang dua menit, helikopter yang diawaki oleh Pilot Kapt. Andro, Kapt. Virnanda, dan Lettu Vicky itu lepas landas menuju titik koordinat penemuan jenazah.
Mengingat medan yang curam, tim menggunakan metode hoist (pengangkatan beban menggunakan kabel baja) untuk mengangkat jenazah pada pukul 07.59 Wita.
“Heli AS 365 N3+ Dauphin (HR-3601) telah landing dengan aman di Lanud Sultan Hasanuddin sekitar pukul 08.15 Wita setelah melaksanakan evakuasi jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500,” jelas Andi.
Setibanya di pangkalan udara, jenazah langsung diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulsel untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Medan Ekstrem dan Penemuan Dua Korban
Tim SAR Gabungan membawa kantong berisi serpihan pesawat ATR 42-500 milik IAT di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026). Tim SAR gabungan masih berusaha mengevakuasi para korban kecelakaan pesawat meski terkendala cuaca buruk. ANTARA FOTO/Muchtamir/Lmo/tom.
Hingga hari ketiga pencarian, total korban yang telah ditemukan berjumlah dua orang. Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menjelaskan bahwa kedua korban ditemukan di kedalaman yang berbeda di area lereng pegunungan.Korban pertama ditemukan pada hari sebelumnya di lereng sedalam 200 meter, diduga berjenis kelamin laki-laki.
Sementara korban kedua ditemukan di kedalaman 500 meter dan diduga berjenis kelamin perempuan.
Syafii menekankan bahwa lokasi jatuhnya pesawat memiliki karakteristik medan yang sangat ekstrem dan berbahaya bagi tim darat.
“Kondisi lokasi sangat terjal, hampir tegak lurus. Kedalamannya cukup ekstrem dan didominasi bebatuan,” ungkap Syafii.
Proses Identifikasi DVI Polri
Sementara itu, satu jenazah lainnya yang sebelumnya dievakuasi melalui jalur darat via Posko AJU Tompo Bulu, Kabupaten Pangkep, telah tiba di RS Bhayangkara Makassar pada Selasa (20/1/2026) malam pukul 22.38 Wita.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, menyatakan bahwa jenazah tersebut secara fisik berjenis kelamin perempuan. Namun, pihaknya belum bisa memberikan identitas pasti.
“Secara fisik jenazah berjenis kelamin perempuan. Tetapi karena (manifes) perempuan ada dua, maka saya belum bisa mengidentifikasi, nanti akan kita tunggu lebih lanjut,” kata Didik.
Untuk memastikan identitas para korban, Karo Dokpol Mabes Polri Brigjen dr Nyoman Eddy menegaskan bahwa pihaknya menggunakan standar DVI Internasional.
Tim ahli yang dikerahkan meliputi dokter forensik, dokter gigi forensik, serta sejumlah staf ahli kesehatan.
“Kami menggunakan standar DVI internasional. Kami akan melakukan proses yang disebut rekonsiliasi, yaitu mencocokkan data ante mortem (data sebelum kejadian dari keluarga) dan post mortem (ciri fisik jenazah),” tegas Nyoman.
Nyoman menambahkan, dalam proses ini Polri mengutamakan ketepatan daripada kecepatan.
"Kami tidak boleh salah dalam mengembalikan jenazah kepada keluarganya. Ketepatan adalah yang utama," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR gabungan masih melanjutkan operasi pencarian di sekitar Kampung Lampeso untuk menyisir kemungkinan adanya korban lain di titik penemuan jenazah kedua.
Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul dan di Tribun-Timur.com dengan judul Korban Pertama Pesawat ATR 42-500 Dievakuasi Helikopter dari Lampeso Cenrana
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang