Top 5+ Hal yang Perlu Diketahui soal Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak di Maros

Maros, Makassar, pesawat hilang kontak, 5 Hal yang Perlu Diketahui soal Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak di Maros, 1. Titik hilangnya pesawat, 2. Jumlah penumpang dan awak, 3. Spesifikasi pesawat, 4. Crisis Center dibuka di Bandara Hasannudin, 5. Upaya pencarian

Pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar milik Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 13.17 Wita.

Diketahui, pesawat menghilang saat berada di wilayah Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Sebelum dilaporkan hilang, pesawat sedang menempuh perjalanan dari Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

Ini 5 hal yang perlu diketahui soal pesawat ATR 42-500 hilang kontak di Maros.

1. Titik hilangnya pesawat

Dilansir dari , Sabtu, Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan mengatakan bahwa tim SAR yang berjumlah 40 personel tengah menuju lokasi untuk melakukan pencarian.

Diketahui, pesawat hilang kontak di koordinat 04 derajat 57 menit 08 detik lintang selatan dan 119 derajat 42 menit 54 detik bujur timur.

Kawasan ini berupa area karst dengan medan terjal dan hutan lebat. Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan dalam operasi pencarian dan pertolongan.

"Kami diberikan koordinat di sekitaran Leang Leang, Maros," ujar Andi Sultan.

2. Jumlah penumpang dan awak

Dalam penerbangan tersebut, diketahui pesawat membawa 8 kru dan 3 penumpang.  

Laporan terbaru dari Basarnas mengungkap bahwa pesawat dipiloti oleh Andy Dahananto. 

Menurut jadwal, pesawat seharusnya tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pukul 12.20 WIB.

3. Spesifikasi pesawat

Dikutip dari laman resmi Indonesia Air Transport, ATR 42-500 dirancang untuk kenyamanan selama penerbangan.

Pesawat ini merupakan versi produksi terbaru dengan banyak peningkatan performa dan kenyamanan penumpang.

ATR 42-500 sudah dilengkapi dengan mesin baru, baling-baling baru, kabin yang diperbarui, dan kapasitas bobot yang ditingkatkan.  

Seri ATR 42 yang digunakan oleh Indonesia Air sudah terdaftar dalam Program Part by Hour dari Sabena.

Masih dari laman yang sama, pesawat ATR 42-500 memiliki ketinggian maksimum mencapai 7.620 meter dengan kecepatan hingga 556 km/jam.  

Sedangkan jarak tempuh pesawat ini mencapai 2.037 kilometer dan mampu menampung hingga 46 penumpang, belum termasuk kru.

4. Crisis Center dibuka di Bandara Hasannudin

Sedangkan dilansir dari , Direktorat Jenderal Perhubungan Udara sudah membuka Crisis Center di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Endah Purnama Sari mengatakan, Crisis Center disiapkan sebagai pusat koordinasi informasi selama proses penanganan berlangsung.

“Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar telah melakukan persiapan pembukaan Crisis Center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat koordinasi informasi,” ujar Endah.

Crisis Center disiapkan seiring dengan deklarasi fase darurat DETRESFA oleh Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center setelah komunikasi dengan pesawat terputus.

Menurut Endah, pembukaan Crisis Center menjadi bagian dari langkah koordinasi lintas instansi yang dilakukan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara bersama AirNav Indonesia, Basarnas, operator penerbangan, TNI Angkatan Udara, serta instansi terkait lainnya.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

5. Upaya pencarian

Begitu pesawat dilaporkan hilang kontak, Basarnas Makassar langsung mengerahkan tim pencarian.

Dua tim penyelamat diberangkatkan dengan kekuatan 5 orang dan 15 orang, serta peralatan pendukung.

Basarnas juga mengerahkan satu unit mobil truk, satu unit drone, dan satu mobil rescue.

Upaya pencarian juga diarahkan ke wilayah pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-leang, Kabupaten Maros, dengan posko Basarnas ditempatkan di dekat lokasi.

“Pencarian lanjutan direncanakan dilakukan melalui penerbangan helikopter TNI Angkatan Udara bersama Basarnas,” kata Endah.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyatakan pembaruan informasi akan disampaikan secara berkala sesuai perkembangan resmi di lapangan.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang