Warna Ungunya Viral, Ube Bakal Jadi Bintang Baru Dunia Kuliner dan Gantikan Matcha?
Tren kuliner global terus bergerak dinamis, dipengaruhi oleh media sosial, eksplorasi lintas budaya, dan keinginan konsumen untuk mencoba sesuatu yang baru namun tetap autentik. Dalam beberapa tahun terakhir, bahan pangan tradisional dari berbagai negara mulai mendapat panggung lebih luas, tidak hanya di restoran etnik, tetapi juga di kafe modern dan produk ritel.
Salah satu bahan yang mencuri perhatian adalah ube, ubi ungu khas Filipina yang kini tampil mencolok di berbagai menu minuman dan dessert. Scroll untuk info lebih lanjut yuk!
Warna ungunya yang intens membuat ube mudah dikenali, sementara cita rasanya yang lembut dan menenangkan membuatnya diterima oleh lidah banyak orang.
“Masakan Filipina mendapatkan daya tarik nyata, tidak hanya di menu tetapi juga dalam budaya," kata Adrienne Panis, senior test kitchen specialist di salah satu restoran di Amerika, sebagaimana dikutip dari Food Institute, Jumat, 16 Januari 2026.
"Kami melihat lonjakan permintaan yang tajam, hampir 50 persen selama setahun terakhir, didorong oleh Gen Z dan konsumen yang penasaran secara budaya serta mencari cita rasa yang berani dan autentik,” jelasnya.
Di tengah tren tersebut, ube muncul sebagai salah satu bahan yang paling sering digunakan. Umbi berwarna ungu cerah ini kini hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari latte kit, campuran pancake mochi, waffle, hingga koktail.
Bagi para koki Filipina, popularitas ube memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar tren. Eric Valdez, executive chef di New York, menyebut ube sebagai bagian dari identitas. “Ube lebih dari sekadar rasa yang sedang tren. Itu adalah bagian dari kami, orang Filipina, saat tumbuh besar di Filipina,” kata Valdez.
“Ube adalah bahan yang nostalgik, serbaguna, dan penuh warna bagi saya. Anda bisa menggunakannya untuk hidangan manis maupun gurih,” tambahnya.
Media sosial disebut berperan besar dalam mengangkat popularitas ube. Selain karena warna yang fotogenik secara alami, rasa ube yang manis lembut, earthy, dan menenangkan juga membuat tren kuliner yang satu ini viral.
Popularitas ube ini menunjukkan bagaimana bahan tradisional dapat berkembang menjadi ikon kuliner global. Di balik warnanya yang viral, ube membawa cerita tentang rumah, identitas, dan bagaimana makanan mampu menjembatani tradisi dengan selera zaman.
Lantas, apakah 'ungu ube' ini akan menggantikan popularitas 'hijau matcha' yang jadi primadona dalam beberapa tahun terakhir?