Gak Cuma Rendang, Ini 5 Kuliner Nusantara yang Diprioritaskan Kemenpar untuk Promosi Dunia

Soto Bening Non MSG
Soto Bening Non MSG

 Setelah kesuksesan rendang diakui sebagai salah satu makanan terenak di dunia, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI kini menyiapkan langkah strategis untuk memperluas promosi kuliner Indonesia di kancah internasional. 

Ada lima makanan khas Nusantara yang dipilih untuk menjadi ikon promosi berikutnya, yakni gado-gado, soto, sate, nasi goreng, dan bakmi. Scroll lebih lanjut yuk!

“Rendang menjadi makanan satu dunia tapi ada lima makanan yang kita awal untuk di Indonesia akan dipromosikan di semua negara itu ada gado-gado, soto-soto jadi semua bentuk yang bahan dasar mie jadi ada soto, bakso, itu masuk di dalamnya. Setelah itu sate, nasi goreng, dan satunya lagi ada bakmi. Jadi ada lima makanan ini untuk di-up, untuk di-push, untuk dipromosikan di nasional dan internasional pada khususnya, kata Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan Kemenpar RI, Vinsensius Jemadu, dalam Konferensi Pers SIAL InterFOOD 2025, di Jakarta, Senin 3 November 2025.

Langkah ini diambil untuk memperkuat diplomasi kuliner sebagai bagian dari promosi pariwisata Indonesia. Menurut kementerian, makanan adalah bahasa universal yang mampu menarik minat wisatawan dunia.

“Makanan itu adalah bahasa universal, setiap orang pasti butuh. Apalagi kalau melakukan perjalanan ke negara-negara atau ke destinasi wisata, pasti setiap orang itu ingin mencicipi makanan khas dari daerah. Jadi ini potensi yang besar sekali bagi Indonesia yang notabene dari Sabang sampai Merauke mempunyai kekayaan, diverse varian dari makanan kita dan ini akan menjadi potensi besar untuk mendatangkan wisatawan mancanegara,” jelasnya.

Berikut penjelasan tentang lima kuliner unggulan yang akan dipromosikan ke berbagai negara:

Gado-Gado

Hidangan berbahan dasar sayur-sayuran rebus ini kerap disebut sebagai Indonesian salad. Gado-gado disajikan dengan saus kacang gurih dan potongan lontong atau ketupat, melambangkan keseimbangan antara cita rasa dan nilai gizi.

Soto dan Bakso

Soto merupakan sup tradisional dengan cita rasa rempah yang kuat dan variasi berbeda di setiap daerah. Bakso juga termasuk dalam kategori ini, karena sama-sama berbasis kuah dan menjadi ikon kuliner rakyat. Kedua hidangan ini mencerminkan kekayaan bumbu dan keragaman rasa Indonesia.

Sate

Sate dikenal luas sebagai daging tusuk yang dibakar di atas arang dan disajikan dengan saus kacang atau bumbu khas daerah. Selain mudah diterima lidah internasional, sate juga merepresentasikan semangat kuliner jalanan Indonesia yang otentik.

Nasi Goreng

Tak hanya menjadi favorit lokal, nasi goreng telah lama dikenal di berbagai negara. Kombinasi nasi, bumbu rempah, telur, dan pelengkap seperti ayam atau udang menjadikannya hidangan fleksibel yang disukai banyak kalangan.

Bakmi

Bakmi menampilkan perpaduan budaya kuliner Nusantara dan pengaruh Tionghoa. Setiap daerah memiliki versi khasnya, seperti Bakmi Jawa yang gurih atau Bakmi Bangka yang manis gurih. Teksturnya yang lembut dan bumbunya yang kaya membuatnya digemari lintas generasi.

Melalui promosi kelima kuliner ini, pemerintah berharap citra Indonesia sebagai destinasi wisata kuliner dunia semakin menguat. Tak hanya menggugah selera, upaya ini juga diharapkan dapat menjadi soft power baru dalam memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara di kancah global.

Industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) sepanjang tahun 2025 menunjukkan kontribusi yang kuat terhadap perekonomian nasional. Menurut data dari Kementerian Pariwisata, event-event yang mendapat dukungan Kementerian Pariwisata berhasil memberikan dampak signifikan dengan menghadirkan 10,8 juta pengunjung, melibatkan 95.000 pekerja event, mengikutsertakan 14.800 UMKM serta menghasilkan perputaran ekonomi sebesar Rp11,82 triliun. Keberhasilan ini mencerminkan besarnya potensi industri MICE sebagai penggerak ekonomi sekaligus wadah promosi lintas sektor, termasuk industri makanan dan minuman yang tengah tumbuh pesat. 

Pertumbuhan positif di industri makanan dan minuman menjadi pendorong utama terselenggaranya SIAL Interfood 2025. Pameran ini, telah memasuki edisi ke-26 yang akan digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran pada 12–15 November 2025, menghadirkan beragam inovasi, inspirasi, serta peluang bisnis terkini di sektor makanan, minuman, jasa boga, hotel, restoran, kafe hingga bakery yang menegaskan peran penting sektor MICE dalam mendorong pertumbuhan dan daya saing industri makanan dan minuman Indonesia di pasar global.

Sebagai pameran makanan dan minuman terbesar di Asia Tenggara, pameran ini siap menghadirkan lebih dari 1.500 peserta dari 26 negara, antara lain Thailand, Indonesia, Iran, Singapura, Arab Saudi, Malaysia, Vietnam, Mesir, Korea, Turki, Rusia, Jepang, Taiwan, Tiongkok, Amerika Serikat, Pakistan, Maroco, Hongkong, Filipina, India, Jordania, Palestina, Dubai (UAE), Italia, Swiss dan Jerman, termasuk 100 UMKM unggulan Indonesia dengan produk inovatif dan siap ekspor.