Mi Sehat Jadi Primadona Baru di Dunia Kuliner RI

Ilustrasi mie Korea
Ilustrasi mie Korea

 Tren makanan sehat terus menguat di Indonesia, termasuk dalam kategori mi yang selama ini identik dengan makanan cepat saji. Kini, mi tidak lagi sekadar soal kepraktisan, tetapi juga soal nutrisi dan gaya hidup. 

Dari dapur rumahan hingga restoran modern, banyak orang mulai mencari pilihan mi yang lebih ringan, rendah minyak, dan menggunakan bahan alami.

Pergeseran ini tak lepas dari kesadaran masyarakat akan pentingnya keseimbangan gizi. Jika dulu mi sehat hanya dipandang sebagai produk alternatif, kini justru menjadi pilihan utama di kalangan konsumen muda. 

Mereka ingin tetap menikmati rasa gurih mi, tetapi dengan cara yang lebih bertanggung jawab terhadap tubuh. Menjawab kebutuhan tersebut, produsen Mi Burung Dara menghadirkan inovasi mi kering non-goreng atau air-dried noodles yang diklaim lebih sehat. 

Proses pengeringan dilakukan dengan oven, bukan digoreng, sehingga kadar minyak lebih rendah tanpa mengubah rasa dan tekstur khas mi. Hal itu diungkapkan Chief Operating Officer PT Surya Pratista Hutama (Suprama), Tjun Sulistio. 

“Ya tentunya kami sebagai produser mie kering, kami berinovasi. Contohnya yang terbaru adalah mie instan tapi yang tidak digoreng. Itu salah satu bentuk inovasi kami ke depan," ujarnya di pameran makanan dan minuman internasional Salon International de l'Alimentation (SIAL) Interfood 2025 yang berlangsung di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Rabu, 12 November 2025. 

Ilustrasi sajiah Mi Burung Dara

Ilustrasi sajiah Mi Burung Dara

Ia menambahkan bahwa mi non-goreng menjadi alternatif bagi konsumen yang sensitif terhadap minyak berlebih. “Kalau dari kami, alternatif yang lebih sehat adalah yang air-dried, non-fried noodle. Air-dried itu di-oven. Ini alternatif yang bisa dikatakan lebih sehat,” paparnya. 

Mi kering yang di-oven disebut lebih stabil teksturnya dan bisa menyerap bumbu dengan baik tanpa menghasilkan minyak berlebih saat diolah. Selain mi non-goreng, ada pula bihun jagung, produk yang bebas gluten dan rendah kolesterol. 

Bihun berbahan dasar jagung ini cocok untuk konsumen yang ingin menghindari tepung terigu atau sedang menjalani pola makan rendah gluten.

Tjun mengungkapkan, permintaan terhadap produk mi dan bihun sehat meningkat seiring pengaruh media sosial. Fenomena ini menunjukkan bahwa mi sehat bukan sekadar tren sesaat, tetapi bagian dari transformasi besar dunia kuliner Indonesia.

Perlu diketahui, berdasarkan data World Instant Noodles Association (WINA), konsumsi mi instan di Indonesia mencapai 14,54 miliar porsi pada 2023, atau sekitar 12 persen dari total konsumsi dunia. 

Dalam ajang SIAL Interfood 2025 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Mi Burung Dara menampilkan inovasi terbarunya di hadapan publik. Pameran ini menjadi wadah untuk memperkenalkan ragam mi kepada lebih banyak konsumen serta membuka peluang kerja sama bisnis di industri kuliner.

“Lewat pameran SIAL Interfood, Mi Burung Dara mempertegas positioning sebagai brand dengan produk produk unggulan yang inovatif dan berkualitas, dibuat dari tepung gandum pilihan dan telah memenuhi standar mutu internasional, bahkan diekspor ke berbagai negara,” jelas Tjun Sulistio.

Dalam kesempatan yang sama, Mi Burung Dara juga menghadirkan Burung Dara Experience Centre, booth interaktif dengan demo masak, ide bisnis, dan kreasi menu sehat. 

Chef Elisa Yuliastuti, Chef Ambassador Mi Burung Dara, memperlihatkan berbagai inspirasi hidangan berbahan dasar mi seperti Laksa, Mi Kluntung, hingga Aglio Olio. “Pemilihan bahan baku terbaik dan proses produksi modern yang dihadirkan Mi Burung Dara menghasilkan mi yang kenyal, tidak mudah patah, dan bercita rasa autentik, sehingga mudah dikreasikan menjadi berbagai menu,” ujar Chef Elisa.