BMKG: Cuaca Panas dan Angin Kencang Landa Sumatera Utara, Suhu Tembus 36 Derajat Celcius
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa memasuki pertengahan tahun, wilayah Sumatera Utara (Sumut) mulai dipengaruhi oleh angin baratan yang cenderung bersifat kering dan kencang.
Kondisi ini berdampak langsung terhadap peningkatan suhu udara pada siang hari di sejumlah wilayah.
Prakirawan BBMKG Wilayah I, Chrinstin Mori, menjelaskan bahwa angin baratan yang bersifat kering menyebabkan berkurangnya tutupan awan, terutama pada pagi hingga siang hari.
Kondisi tersebut membuat proses pemanasan permukaan bumi berlangsung lebih intensif karena paparan sinar matahari tidak terhalang awan.
"Dampak yang dapat dirasakan masyarakat antara lain suhu udara pada siang hari terasa lebih panas serta adanya potensi angin kencang yang bersifat kering di beberapa wilayah," katanya dikutip dari Antara.
Selain itu, kelembapan udara yang relatif rendah turut memperkuat efek panas yang dirasakan masyarakat.
Seberapa tinggi suhu yang terjadi?
BMKG mencatat bahwa dalam periode 18 hingga 24 Mei 2026, suhu maksimum di sejumlah wilayah Sumatera Utara telah melampaui 35 derajat Celcius.
Bahkan, suhu tertinggi mencapai 36,0 derajat Celcius yang terukur di Stasiun Geofisika Deli Serdang pada 19 Mei 2026.
Kondisi ini menunjukkan bahwa fenomena panas yang terjadi bukan hanya bersifat sementara, melainkan bagian dari pola cuaca musiman.
Bagaimana pola cuaca harian yang terjadi?
Meski siang hari terasa panas, kondisi tersebut justru dapat memicu terbentuknya awan hujan pada sore hingga malam hari.
Hal ini terjadi karena pemanasan yang intensif pada siang hari meningkatkan proses konveksi udara, terutama di wilayah dengan kelembapan yang masih cukup tinggi.
Dengan demikian, masyarakat dapat mengalami perubahan cuaca yang cukup signifikan dalam satu hari, dari panas terik pada siang hari menjadi hujan pada sore atau malam.
Apa dampak yang perlu diwaspadai masyarakat?
BMKG mengingatkan bahwa kondisi cuaca panas dan kering ini dapat menimbulkan sejumlah dampak kesehatan, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.
Beberapa potensi dampak yang perlu diwaspadai antara lain:
- Dehidrasi akibat kurangnya asupan cairan
- Kelelahan karena paparan panas berlebih
- Risiko gangguan kesehatan akibat suhu tinggi
- Paparan sinar matahari langsung yang dapat merusak kulit.
Selain itu, angin kencang yang bersifat kering juga berpotensi meningkatkan risiko kebakaran lahan di wilayah tertentu.
Apa imbauan BMKG kepada masyarakat?
Menghadapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kondisi kesehatan. Beberapa langkah yang disarankan antara lain:
- Menggunakan pelindung atau tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan
- Memenuhi kebutuhan cairan tubuh untuk mencegah dehidrasi
- Menghindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama
- Mengatur waktu aktivitas agar tidak terlalu lama berada di bawah terik matahari.
BMKG juga mengingatkan pentingnya memantau perkembangan informasi cuaca secara berkala.
Masyarakat dapat mengakses prakiraan cuaca, peringatan dini, dan informasi cuaca ekstrem melalui berbagai kanal resmi BMKG.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang