Densus 88 Ungkap 5 Tanda Anak Terpapar Ekstremisme, Orangtua Wajib Waspada
Anak-anak yang terpapar paham ekstremisme di True Crime Community (TCC) menunjukkan sejumlah ciri khusus.
Hal ini disampaikan Juru Bicara Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror (AT) Polri Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana ketika mengungkap jumlah anak yang terpapar ekstremisme di sejumlah provinsi.
Sebanyak 70 anak yang diketahui bergabung dengan grup TCC yang mengandung konten kekerasan.
Puluhan anak ini tersebar di 19 provinsi, terbanyak di DKI Jakarta (15 anak), Jawa Barat (12 anak), dan Jawa Timur (11 anak),dengan rentang usia 11–18 tahun.
"Di sini (grup true crime community), mereka merasa memiliki rumah kedua karena di dalam komunitas ini, aspirasi mereka bisa didengarkan oleh rekan-rekannya, bisa terjadi interaksi, dialog, dan saling memberikan masukan untuk menyelesaikan solusinya masing-masing, tentunya dengan kekerasan-kekerasan tersebut," ujar Mayndra dikutip dari Antara, Rabu (7/1/2026).
Lalu, apa saja ciri anak yang terpapar ekstremisme?
Ciri-ciri Anak yang Terpapar Ekstremisme
Mayndra menjelaskan salah satu tanda awal adalah anak menampilkan simbol atau nama pelaku kekerasan pada barang pribadinya.
"Ini bisa jadi menjadi tokoh idola atau sosok yang ingin diikuti perilakunya," kata Mayndra dikutip dari Antara, Rabu (7/1/2026).
Selain itu, anak-anak cenderung menarik diri dari pergaulan sosial karena merasa nyaman berada di komunitas TCC.
Oleh sebab itu, anak lebih suka menghabiskan waktu sendiri untuk mengakses konten komunitas tersebut.
Ciri lainnya, anak seringkali meniru perilaku tokoh atau idola dalam komunitas true crime.
Menurut Mayndra, hal tersebut sudah terbukti ketika seorang siswa SMAN 72 Jakarta menjadi pelaku peledakkan di lingkungan sekolah.
Pelaku menggunakan replika senjata bahkan gaya berpakaian serta aksinya pun meniru pelaku kekerasan dari negara asalnya.
Ciri lain anak terpapar ekstremisme adalah ketertarikan pada konten kekerasan dan sadistis.
"Konten-konten yang diakses tidak normal. Jadi, kalau orang normal melihat itu pasti tidak tega melihat kejadian-kejadian kekerasan yang sering diunggah di komunitas tersebut," ucapnya.
Selain itu, anak juga cenderung marah berlebihan bila gawainya diperiksa orang lain karena menganggap konten yang diakses bersifat privasi.
Kebiasaan membawa senjata replika atau pisau juga menjadi tanda anak terpapar ekstremisme.
"Kerap kadang dia bawa ke sekolah untuk dibuat inspirasi melakukan kekerasan," ucap Mayndra.
Selengkapnya mengenai ciri-ciri anak terpapar ekstremisme dapat dilihat melalui daftar berikut ini:
- Ditemukan simbol maupun nama pelaku kekerasan pada barang pribadi milik anak
- Anak cenderung menarik diri dari pergaulan
- Anak suka menirukan tokoh atau idola di dalam komunitas true crime
- Anak menyukai konten kekerasan dan sadistis
- Anak marah berlebihan jika gawainya dilihat orang lain
- Anak membawa senjata api replika dan pisau
Pemicu Anak Gabung TCC
Dari hasil asesmen, Mayndra menjelaskan, ada beberapa faktor pemicu anak bergabung dalam komunitas true crime.
Pertama adalah pengalaman perundungan, baik di sekolah maupun lingkungan sekitar.
Kondisi broken home, termasuk orangtua bercerai, meninggal, kurang perhatian, trauma keluarga, atau menyaksikan kekerasan di rumah juga bisa mendorong anak masuk komunitas true crime.
Faktor lainnya adalah penggunaan gadget yang berlebihan, serta paparan terhadap konten kekerasan, video pornografi, dan perilaku menyimpang lain yang memengaruhi perilaku anak.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang