4 Tanda Awal Masalah Pencernaan Anak, Kapan Harus Waspada?

masalah pencernaan, 4 Tanda Awal Masalah Pencernaan Anak, Kapan Harus Waspada?, 1. Asupan nutrisi dan kenaikan berat badan tidak optimal, 2. Kurang asupan cairan dan serat pada anak lebih besar, 3. Perilaku anak yang tidak biasa, 4. Waspadai risiko diare dan dehidrasi

Masalah pencernaan pada anak sering kali muncul dengan gejala ringan yang kerap dianggap sepele oleh orangtua. Jika tidak dikenali sejak awal, kondisi ini dapat berkembang menjadi gangguan yang lebih serius.

Dokter Spesialis Anak-Konsultan Gastrohepatologi, dr. Frieda Handayani Kawanto, Sp.A, Subsp. GH (K), menekankan pentingnya mengenali tanda-tanda awal gangguan pencernaan agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.

Berikut beberapa tanda awal masalah pencernaan anak yang perlu diwaspadai.

Tanda awal masalah pencernaan anak

1. Asupan nutrisi dan kenaikan berat badan tidak optimal

Salah satu indikator awal yang perlu diperhatikan adalah kecukupan asupan nutrisi anak, terutama pada bayi yang masih mengandalkan ASI sebagai sumber utama.

“Cek ASI yang diproduksi ibu berkurang atau enggak, asupannya cukup atau enggak,. Kemudian kenaikan berat badannya ada peningkatan atau enggak,” ujar dr. Frieda dalam Diskusi Media ‘Monitor Kesehatan Pencernaan Anak dengan Bebeclub AI Poop Tracker’, Kamis (2/4/2026).

Jika asupan tidak mencukupi atau berat badan tidak mengalami peningkatan sesuai usia, hal ini bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sistem pencernaan yang memengaruhi penyerapan nutrisi.

2. Kurang asupan cairan dan serat pada anak lebih besar

Pada anak yang sudah berusia di atas satu tahun, pola makan dan minum menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan pencernaan.

“Kedua, kalau sudah lebih besar atau di atas setahun misalnya, cek kecukupan minum air anak per harinya, makan serat dari buah dan sayurnya sudah cukup atau belum,” ujar dr. Frieda.

Kurangnya asupan cairan dan serat dapat memicu gangguan seperti konstipasi. Oleh karena itu, orangtua perlu memastikan anak mendapatkan nutrisi seimbang setiap hari.

3. Perilaku anak yang tidak biasa

Konstipasi atau sembelit merupakan salah satu masalah pencernaan yang sering terjadi pada anak, namun kerap tidak disadari sejak awal.

“Periksa juga tanda konstipasi, seperti tiga sampai empat hari sekali BAB-nya, fesesnya keras, anaknya menolak ke toilet,” kata dr. Frieda.

Ia juga menambahkan, perilaku anak saat buang air besar bisa menjadi petunjuk penting.

“Kalau dia mau BAB dan enggak mau toilet training. Dia harus sambil pakai pampers, lalu dia akan kayak nahan, itu sudah tanda-tanda konstipasi,” jelasnya.

Gejala ini menunjukkan bahwa anak mungkin mengalami ketidaknyamanan saat BAB, sehingga cenderung menahan keinginan tersebut.

4. Waspadai risiko diare dan dehidrasi

Selain konstipasi, diare juga menjadi kondisi yang perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan dehidrasi, terutama pada anak-anak.

“Tentu kita memikirkan anak ini diare atau tidak, kemudian juga dicek ada dehidrasi atau tidak,” ujar dr. Frieda.

Diare yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan kehilangan cairan tubuh secara cepat, yang berisiko bagi kesehatan anak.

Pentingnya deteksi dini oleh orangtua

Dr. Frieda menegaskan, orangtua memiliki peran penting dalam mengenali perubahan kondisi pencernaan anak sejak dini. 

Dengan memperhatikan tanda-tanda awal, orangtua dapat segera mengambil langkah yang diperlukan sebelum kondisi memburuk.

Pemantauan terhadap pola makan, frekuensi buang air besar, hingga perilaku anak saat ke toilet menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.

Dengan kewaspadaan yang tepat, gangguan pencernaan pada anak dapat ditangani lebih cepat, sehingga tumbuh kembang anak tetap optimal dan kesehatan secara keseluruhan dapat terjaga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang