Pasar Kerja Mulai Goyah, Fresh Graduate dan 'Pengangguran Berpengalaman' Wajib Waspada!

Ilustrasi melamar kerja.
Ilustrasi melamar kerja.

 Laporan terbaru menunjukkan bahwa meski Amerika Serikat menambah ribuan pekerjaan pada bulan September, kondisi sebenarnya lebih beragam. Angka penambahan pekerjaan sering kali menutupi tanda-tanda melemahnya lapangan kerja, terutama di sektor-sektor yang sebelumnya dianggap stabil.

Bagi pekerja baru maupun berpengalaman, memahami tren pasar kerja menjadi sangat penting. Banyak perusahaan besar mulai melakukan PHK massal, sementara perekrutan baru berjalan lambat dan terkadang menawarkan kompensasi yang lebih rendah. 

Melansir dari NBC News, Jumat, 21 November 2025, laporan Bureau of Labor Statistics menyebut bahwa AS menambah 119.000 pekerjaan di bulan September, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya. Sektor kesehatan, restoran dan tempat minum, serta layanan sosial menjadi penyumbang utama pertumbuhan pekerjaan.

Namun, beberapa sektor justru mengalami penurunan, di antaranya:

Ilustrasi aktivitas / bekerja.

- Manufaktur: kehilangan 6.000 pekerjaan

- Transportasi dan pergudangan: kehilangan 25.300 pekerjaan

Selain itu, tingkat pengangguran naik dari 4,3 persen menjadi 4,4 persen, sebagian karena peningkatan jumlah angkatan kerja sebanyak 450.000 orang. 

Data alternatif menunjukkan tren PHK massal di sejumlah perusahaan besar, termasuk Amazon, General Motors, IBM, Microsoft, Paramount, Target, UPS, dan Verizon, yang mengumumkan pengurangan ribuan karyawan. Verizon sendiri melaporkan PHK sekitar 13.000 pekerja.

Berdasarkan data Cleveland Federal Reserve, sekitar 39.000 pekerja menerima pemberitahuan PHK pada Oktober, angka yang terakhir terlihat pada Mei dan biasanya hanya muncul saat krisis. Lamanya pengangguran rata-rata mencapai 24,5 minggu atau hampir enam bulan, tertinggi sejak November 2017.

Tiffany Price, manajer Job News USA di South Florida, menyebut kondisi pasar kerja saat ini “aneh”. Banyak perusahaan melakukan pemotongan anggaran dan membekukan perekrutan, sementara perusahaan yang masih membuka lowongan menawarkan gaji lebih rendah.

Di job fair terbaru di Amerant Bank Arena, jumlah perusahaan yang hadir hampir setengah dari jumlah tahun sebelumnya, sementara pelamar tetap sekitar 2.000 orang. Strategi lamaran tradisional “post and pray” dianggap kurang efektif; pendekatan lokal dan interaksi langsung terbukti lebih berhasil.

Salah satu sisi cerah pasar kerja adalah pemerintah lokal, yang terus memperluas lapangan kerja sejak pemulihan pasca-Covid-19.

Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi Federal Reserve terkait keputusan suku bunga. Gubernur Fed, Christopher Waller, menyatakan bahwa penurunan suku bunga pada Desember perlu dilakukan untuk mencegah melemahnya pasar kerja lebih lanjut. 

Namun, Federal Reserve Chair Jerome Powell sebelumnya lebih berhati-hati, menilai pasar kerja melemah secara bertahap dan belum memastikan pemotongan suku bunga Desember pasti dilakukan.