Top 6+ Tanda Anak Dibesarkan oleh Orangtua Narsistik, Dampaknya hingga Dewasa

narsisis, gangguan kepribadian narsistik, orangtua narsistik, narcissistic personality disorder, tanda orangtua narsisis, tanda orangtua NPD, dampak orangtua narsistik, tanda orang tua narsistik, tanda orang narsistik, 6 Tanda Anak Dibesarkan oleh Orangtua Narsistik, Dampaknya hingga Dewasa, 1. Mudah dimanfaatkan orang lain, 2. Takut dibilang seorang narsisistik, 3. Kompetitif dengan saudara kandung, 4. Merasa jadi pasangan orangtua, bukan anak, 5. Harga diri hanya dari prestasi, 6. Tidak mengenali siapa diri mereka sendiri

Saat tumbuh dewasa, mungkin ada yang baru menyadari bahwa selama ini mereka dibesarkan oleh orangtua narsistik atau narsisistik. 

"Jika sama bertemu seseorang yang tumbuh besar dengan orangtua narsisistik, atau jika saya tahu bahwa itu mungkin terjadi, sangat penting bagi saya untuk memastikan mereka mamahami narsisme dalam segala bentuknya," kata Wendy Behary, pendiri The Cognitive Therapy Center of New Jersey, dilansir dari Huffington Post , Selasa (9/9/2025).

Behary menambahkan, pemahaman tersebut bisa membantu seseorang menemukan kembali bagian dari dirinya yang mungkin hilang sejak kecil. 

Adapun Narcissistic Personality Disorder (NPD) termasuk dalam gangguan kepribadian yang diakui dalam panduan psikiatri yakni manual diagnostik dan statistik gangguan mental. 

Orang narsisistik cenderung menganggap dirinya lebih unggul, haus akan pujian, dan minim empati. Menurut pakar, anak-anak dari orangtua narsisistik kerap menanggung beban emosional besar tanpa menyadarinya.

Berikut beberapa tanda kamu mungkin dibesarkan oleh orangtua narsisistik.

6 tanda anak dibesarkan oleh orangtua narsisistik

1. Mudah dimanfaatkan orang lain

narsisis, gangguan kepribadian narsistik, orangtua narsistik, narcissistic personality disorder, tanda orangtua narsisis, tanda orangtua NPD, dampak orangtua narsistik, tanda orang tua narsistik, tanda orang narsistik, 6 Tanda Anak Dibesarkan oleh Orangtua Narsistik, Dampaknya hingga Dewasa, 1. Mudah dimanfaatkan orang lain, 2. Takut dibilang seorang narsisistik, 3. Kompetitif dengan saudara kandung, 4. Merasa jadi pasangan orangtua, bukan anak, 5. Harga diri hanya dari prestasi, 6. Tidak mengenali siapa diri mereka sendiri

Orangtua narsistik bisa meninggalkan luka emosional dalam diri anak. Simak beberapa tanda yang perlu kamu sadari agar bisa memutus pola ini.

Anak dari orangtua narsisistik sering tumbuh tanpa menyadari bahwa kebutuhan mereka penting. 

Akibatnya, saat dewasa, mereka bisa terlalu mengalah dan membiarkan orang lain melangkahi batas mereka.

"Saya pernah melihat klien yang orangtuanya membuat mereka merasa sakit, gila, atau egois karena mengungkapkan kebutuhan paling mendasar," jelas Craig Malkin, psikolog dan penulis buku "Rethinking Narcissism: The Bad-And Suprissing Good-About Feeling Special".

2. Takut dibilang seorang narsisistik

narsisis, gangguan kepribadian narsistik, orangtua narsistik, narcissistic personality disorder, tanda orangtua narsisis, tanda orangtua NPD, dampak orangtua narsistik, tanda orang tua narsistik, tanda orang narsistik, 6 Tanda Anak Dibesarkan oleh Orangtua Narsistik, Dampaknya hingga Dewasa, 1. Mudah dimanfaatkan orang lain, 2. Takut dibilang seorang narsisistik, 3. Kompetitif dengan saudara kandung, 4. Merasa jadi pasangan orangtua, bukan anak, 5. Harga diri hanya dari prestasi, 6. Tidak mengenali siapa diri mereka sendiri

Orangtua narsistik bisa meninggalkan luka emosional dalam diri anak. Simak beberapa tanda yang perlu kamu sadari agar bisa memutus pola ini.

Beberapa anak justru meniru pola orangtuanya. Mereka belajar bahwa cara bertahan adalah dengan bersikap keras, mendominasi, dan bahkan merendahkan orang lain.

“Anak-anak narsisistik yang mendapati diri mereka mencaci-maki dan menghina orang lain bukannya tanpa harapan, tapi mereka perlu bekerja keras secara emosional,” kata Malkin.

Dengan bantuan profesional, pola ini bisa diubah agar tidak diteruskan ke pasangan atau anak.

3. Kompetitif dengan saudara kandung

narsisis, gangguan kepribadian narsistik, orangtua narsistik, narcissistic personality disorder, tanda orangtua narsisis, tanda orangtua NPD, dampak orangtua narsistik, tanda orang tua narsistik, tanda orang narsistik, 6 Tanda Anak Dibesarkan oleh Orangtua Narsistik, Dampaknya hingga Dewasa, 1. Mudah dimanfaatkan orang lain, 2. Takut dibilang seorang narsisistik, 3. Kompetitif dengan saudara kandung, 4. Merasa jadi pasangan orangtua, bukan anak, 5. Harga diri hanya dari prestasi, 6. Tidak mengenali siapa diri mereka sendiri

Orangtua narsistik bisa meninggalkan luka emosional dalam diri anak. Simak beberapa tanda yang perlu kamu sadari agar bisa memutus pola ini.

Dalam banyak kasus, orangtua narsisistik disebut bisa mengadu domba anak-anaknya. Ada yang dijadikan anak emas penuh pujian, sedangkan yang lain dijadikan kambing hitam yang selalu salah.

Pola ini menimbulkan luka dan kecemburuan hingga anak tumbuh dewasa.

"Orang yang sangat narsis suka memuja orang lain-hampir sama senangnya dengan mereka menjatuhkan mereka," kata Malkin.

"Mengkambinghitamkan orang lain juga menghasilkan hal yang sama. Anda tidak perlu khawatir berharap terlalu banyak dan kecewa karena tidak ada di antara kita yang benar-benar mengharapkan sesuatu dari orang yang kita anggap tidak berharga," lanjutnya.

4. Merasa jadi pasangan orangtua, bukan anak

narsisis, gangguan kepribadian narsistik, orangtua narsistik, narcissistic personality disorder, tanda orangtua narsisis, tanda orangtua NPD, dampak orangtua narsistik, tanda orang tua narsistik, tanda orang narsistik, 6 Tanda Anak Dibesarkan oleh Orangtua Narsistik, Dampaknya hingga Dewasa, 1. Mudah dimanfaatkan orang lain, 2. Takut dibilang seorang narsisistik, 3. Kompetitif dengan saudara kandung, 4. Merasa jadi pasangan orangtua, bukan anak, 5. Harga diri hanya dari prestasi, 6. Tidak mengenali siapa diri mereka sendiri

Orangtua narsistik bisa meninggalkan luka emosional dalam diri anak. Simak beberapa tanda yang perlu kamu sadari agar bisa memutus pola ini.

Orangtua narsisistik juga bisa berperan sebagai korban. Anak-anak mereka akhirnya sibuk menenangkan, menjaga, dan bahkan menjadi penopang emosional bagi orangtua.

“Untuk melakukan itu, mereka benar-benar harus mengorbankan banyak kebutuhan bawaan masa kecil mereka,” ujar Behary.

Dampaknya, anak tumbuh tanpa sempat merasakan masa kecil yang semestinya.

5. Harga diri hanya dari prestasi

narsisis, gangguan kepribadian narsistik, orangtua narsistik, narcissistic personality disorder, tanda orangtua narsisis, tanda orangtua NPD, dampak orangtua narsistik, tanda orang tua narsistik, tanda orang narsistik, 6 Tanda Anak Dibesarkan oleh Orangtua Narsistik, Dampaknya hingga Dewasa, 1. Mudah dimanfaatkan orang lain, 2. Takut dibilang seorang narsisistik, 3. Kompetitif dengan saudara kandung, 4. Merasa jadi pasangan orangtua, bukan anak, 5. Harga diri hanya dari prestasi, 6. Tidak mengenali siapa diri mereka sendiri

Orangtua narsistik bisa meninggalkan luka emosional dalam diri anak. Simak beberapa tanda yang perlu kamu sadari agar bisa memutus pola ini.

Sebagian anak tumbuh dengan keyakinan bahwa mereka hanya berharga kalau berprestasi. Mereka jadi gila kerja atau sulit merasa cukup.

“Anak narsisistik belajar bahwa satu-satunya hal yang penting adalah apa yang bisa saya hasilkan di dunia, bukan hanya diri saya sendiri,” jelas Behary.

Pola ini bisa menimbulkan stres kronis jika tidak disadari sejak dini.

6. Tidak mengenali siapa diri mereka sendiri

narsisis, gangguan kepribadian narsistik, orangtua narsistik, narcissistic personality disorder, tanda orangtua narsisis, tanda orangtua NPD, dampak orangtua narsistik, tanda orang tua narsistik, tanda orang narsistik, 6 Tanda Anak Dibesarkan oleh Orangtua Narsistik, Dampaknya hingga Dewasa, 1. Mudah dimanfaatkan orang lain, 2. Takut dibilang seorang narsisistik, 3. Kompetitif dengan saudara kandung, 4. Merasa jadi pasangan orangtua, bukan anak, 5. Harga diri hanya dari prestasi, 6. Tidak mengenali siapa diri mereka sendiri

Orangtua narsistik bisa meninggalkan luka emosional dalam diri anak. Simak beberapa tanda yang perlu kamu sadari agar bisa memutus pola ini.

Banyak anak dari orangtua narsisistik kesulitan mengenali keinginan atau tujuan hidupnya. Mereka terbiasa menjadi cerminan ambisi orangtua.

Malkin mengingatkan, dalam kondisi ekstrem, membatasi bahkan memutus hubungan dengan orangtua bisa menjadi langkah aman.

“Pelaku kekerasan bertanggung jawab 100 persen atas kekerasan yang mereka alami, dan hanya mereka yang bisa menghentikannya,” tutur Malkin.

Lebih lanjut, Malkin mengatakan, ada tiga tanda yang harus diperhatikan anak untuk mengurangi atau bahkan tidak berhubungan dengan orangtua yakni kekerasan, penyangkalan, dan psikopati. 

Sebab, tak seorang pun pantas mendapat perlakuan kekerasan baik emosional atau fisik.

Apa yang bisa dilakukan orangtua?

Menyadari pola ini adalah langkah awal untuk sembuh. Belajar mengenali kebutuhan diri, mencari bantuan profesional, atau bergabung dengan komunitas tertentu yang mendukung bisa sangat membantu.

Menghadapi orangtua narsisistik memang berat, apalagi jika luka sudah terbawa sejak kecil. Namun, pola ini bisa diputus.

Mengetahui tandanya membuat kita lebih peka, lebih bisa menjaga batasan, dan akhirnya memberi ruang untuk hidup yang lebih sehat, terutama untuk diri sendiri.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.