Apa Itu Sinkhole? Fenomena Alam di Balik Lubang Runtuh yang Muncul di Sumbar

sinkhole, Apa Itu Sinkhole? Fenomena Alam di Balik Lubang Runtuh yang Muncul di Sumbar, 1. Pelarutan dan pelapukan batuan, 2. Campur tangan aktivitas manusia, 3. Beban berlebih di permukaan tanah, 4. Erosi akibat aliran air, 5. Pengaruh aktivitas alam

Masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar) dibuat geger dengan kemunculan fenomena sinkhole pada Minggu (4/1/2026) 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, melaporkan adanya pergerakan tanah masih terus berlangsung di lokasi sinkhole.

Komandan Regu Tim Reaksi Cepat BPBD Limapuluh Kota, Alexandra, menyatakan pihaknya sudah memasang garis polisi di sekitar lokasi untuk mencegah warga mendekat dan mengantisipasi risiko membesar.

Hasil pendataan awal menunjukkan lubang tersebut memiliki ukuran panjang sekitar 10 meter, lebar 7 meter, dan kedalaman mencapai 5,7 meter.

"Kami terus mengimbau masyarakat untuk menjaga dan mematuhi peraturan, terutama tidak melewati garis polisi di sekitar tanah yang berlubang," ujar Alenxandra dikutip dari Antara, Selasa (6/1/2026).

Lalu, apa itu fenomena sinkhole yang muncul di Sumbar?

Apa Itu Sinkhole?

Dilansir dari Antara, Selasa (17/12/2024), sinkhole atau lubang runtuh merupakan peristiwa alam yang muncul secara mendadak dan kerap menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan sekitar maupun fasilitas umum.

Peristiwa ini terjadi akibat runtuhnya lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan bumi ke dalam ruang kosong yang lebih besar sehingga membentuk cekungan atau lubang di permukaan tanah.

Ukuran sinkhole sangat bervariasi, mulai dari yang hanya beberapa meter hingga mencapai ratusan meter, baik dari sisi diameter maupun kedalamannya. 

Dalam beberapa kasus, lubang runtuhan tersebut dapat terisi air dan berubah menjadi genangan atau danau kecil.

Fenomena ini umumnya dijumpai di daerah dengan karakteristik geologi khusus, seperti kawasan karst yang didominasi batuan mudah larut, misalnya batu kapur dan gipsum.

Air yang meresap ke dalam tanah secara perlahan melarutkan batuan tersebut melalui proses fisik dan kimia sehingga membentuk rongga bawah tanah yang terus membesar dari waktu ke waktu.

Ketika rongga tersebut tidak lagi mampu menopang beban lapisan di atasnya, permukaan tanah pun berisiko turun atau amblas.

Penyebab sinkhole

Sinkhole tidak muncul tanpa sebab. Terbentuknya lubang runtuhan dipengaruhi oleh kombinasi kondisi alam dan aktivitas manusia. Berikut sejumlah faktor utama pemicunya:

1. Pelarutan dan pelapukan batuan

Batuan kapur dan gipsum dapat larut ketika bersentuhan dengan air yang mengandung asam karbonat. 

Proses ini berlangsung secara bertahap hingga menciptakan rongga di bawah tanah. 

Saat struktur tersebut melemah, tanah di atasnya berpotensi runtuh, terutama di wilayah karst.

2. Campur tangan aktivitas manusia

Kegiatan seperti pertambangan, pengeboran, pembangunan gedung, hingga pengambilan air tanah secara berlebihan dapat mengganggu keseimbangan lapisan tanah. Kondisi ini meningkatkan risiko terbentuknya sinkhole.

3. Beban berlebih di permukaan tanah

Bangunan besar, kendaraan berat, atau proyek konstruksi jalan dapat memberikan tekanan tambahan pada tanah yang sudah rapuh. 

Tekanan tersebut mempercepat kerusakan lapisan atas, khususnya jika terdapat rongga di bawahnya.

4. Erosi akibat aliran air

Air hujan yang masuk ke celah-celah batuan, terutama di wilayah berbatu kapur, dapat mengikis dan melarutkan mineral di dalamnya. 

Rongga yang terbentuk akan terus membesar hingga akhirnya menyebabkan tanah di atasnya runtuh.

5. Pengaruh aktivitas alam

Gempa bumi dan banjir juga dapat memicu ketidakstabilan tanah. 

Getaran gempa atau perubahan aliran air akibat banjir berpotensi menciptakan retakan dan rongga, yang dalam jangka waktu tertentu bisa berkembang menjadi sinkhole.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang