Tanggal 12 Juni Memperingati Hari Apa? Ini Momen Penting dan Sejarahnya
Tanggal 12 Juni 2026 jatuh pada hari Jumat dan diperingati dengan sejumlah momen penting di tingkat internasional.
Salah satu peringatan utama pada tanggal ini adalah Hari Menentang Pekerja Anak Sedunia. Selain itu, 12 Juni juga menjadi hari bersejarah bagi Filipina yang merayakan kemerdekaannya.
Dua momentum ini merefleksikan isu global yang berbeda, mulai dari perlindungan hak anak hingga perjuangan kemerdekaan suatu bangsa.
Apa Itu Hari Menentang Pekerja Anak Sedunia?
Setiap tanggal 12 Juni, dunia memperingati Hari Menentang Pekerja Anak Sedunia. Peringatan ini muncul sebagai respons terhadap masih maraknya praktik pekerja anak di berbagai negara. Hampir semua wilayah di dunia menghadapi persoalan ini, baik dalam skala kecil maupun besar.
Masalah pekerja anak mendapat perhatian serius dari berbagai lembaga internasional, termasuk Organisasi Perburuhan Internasional (ILO).
Lembaga ini menilai bahwa keterlibatan anak dalam dunia kerja dapat merampas masa emas mereka. Anak-anak seharusnya berada dalam fase bermain, belajar, dan bersosialisasi, bukan bekerja.
Hari Menentang Pekerja Anak Sedunia pertama kali ditetapkan pada tahun 2002. Tujuannya adalah untuk mendorong pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan individu agar bersama-sama mengatasi persoalan pekerja anak secara menyeluruh.
Salah satu target ambisius yang dicanangkan adalah menghapus segala bentuk pekerja anak di dunia pada tahun 2025.
Meski target tersebut menghadapi berbagai tantangan, upaya global terus dilakukan untuk mendekati tujuan tersebut.
Mengapa 12 Juni Penting bagi Filipina?
Selain isu pekerja anak, tanggal 12 Juni juga menjadi hari bersejarah bagi Filipina. Setiap tahunnya, negara ini merayakan Hari Kemerdekaan sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan melawan penjajahan.
Selama lebih dari 300 tahun, Filipina berada di bawah kekuasaan Spanyol. Rasa nasionalisme mulai tumbuh pada abad ke-19, dipicu oleh berbagai gerakan intelektual dan perlawanan.
Salah satu tokoh penting dalam kebangkitan nasionalisme Filipina adalah Jose Rizal. Melalui karya-karyanya, ia berhasil membangkitkan kesadaran rakyat akan pentingnya kemerdekaan. Tulisan-tulisannya menyebar luas dan memicu semangat perlawanan di berbagai wilayah.
Pada tahun 1892, Rizal mendirikan Liga Filipina, sebuah organisasi yang menyerukan reformasi sosial dan politik secara damai.
Namun, situasi berkembang menjadi konflik bersenjata ketika terjadi perang antara Spanyol dan Amerika Serikat pada tahun 1898.
Kemenangan Amerika Serikat atas Spanyol di Teluk Manila membuka peluang bagi kaum revolusioner Filipina untuk mengambil langkah strategis. Momentum ini dimanfaatkan dengan baik oleh para pejuang kemerdekaan.
Tokoh kunci dalam deklarasi kemerdekaan adalah Emilio Aguinaldo. Ia memimpin gerakan revolusi dan akhirnya memproklamasikan kemerdekaan Filipina pada 12 Juni 1898.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang