Tanah Terus Bergerak, Fenomena Sinkhole di Sawah Lima Puluh Kota Berpotensi Membesar

sinkhole, BPBD Limapuluh Kota, Tanah Terus Bergerak, Fenomena Sinkhole di Sawah Lima Puluh Kota Berpotensi Membesar, Bagaimana kondisi terkini sinkhole di Situjuah Batua?, Seberapa besar ukuran sinkhole yang muncul di sawah warga?, Mengapa warga diminta menjauhi lokasi sinkhole?, Apa penjelasan ahli terkait penyebab sinkhole?, Bagaimana awal mula sinkhole ini ditemukan warga?

 Fenomena tanah tiba-tiba berlubang atau sinkhole terjadi di Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.

Kejadian ini mengundang perhatian warga setempat karena lubang besar muncul di tengah area persawahan dan terus mengalami perubahan ukuran dalam waktu singkat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota memastikan bahwa hingga kini pergerakan tanah di sekitar lokasi sinkhole masih terus terjadi.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga apabila tidak diantisipasi secara serius.

Bagaimana kondisi terkini sinkhole di Situjuah Batua?

Komandan Regu Tim Reaksi Cepat BPBD Limapuluh Kota, Alexandra, mengatakan pergerakan tanah di lokasi sinkhole masih berlangsung hingga Selasa (6/1/2026).

Untuk mengantisipasi risiko yang lebih besar, petugas telah memasang garis polisi di sekitar area berlubang.

"Hingga saat ini pergerakan tanah masih terus terjadi dan hal ini telah diantisipasi memasang garis polisi di sekitar sinkhole," kata Alexandra di Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan, pemasangan garis polisi dilakukan sebagai langkah pengamanan awal untuk mencegah warga mendekat ke lokasi yang berpotensi mengalami longsoran lanjutan.

Pemerintah daerah bersama aparat kepolisian khawatir lubang tersebut dapat semakin membesar seiring kondisi tanah yang belum stabil.

Seberapa besar ukuran sinkhole yang muncul di sawah warga?

Berdasarkan pendataan awal BPBD Limapuluh Kota, sinkhole di Nagari Situjuah Batua memiliki ukuran yang cukup signifikan. Lubang tersebut tercatat memiliki panjang sekitar 10 meter, lebar tujuh meter, dengan kedalaman mencapai 5,7 meter.

Alexandra menyebut pendataan masih bersifat sementara karena kondisi lapangan terus berubah.

Potensi pelebaran lubang masih terbuka, terutama jika terjadi hujan atau pergerakan tanah lanjutan di sekitar lokasi.

Untuk itu, BPBD bersama aparat setempat terus melakukan pemantauan dan mengimbau masyarakat agar tidak mendekati area yang telah dipasangi garis polisi.

Mengapa warga diminta menjauhi lokasi sinkhole?

Pemasangan police line di sekitar sinkhole ditujukan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.

Lubang yang terbentuk dikhawatirkan dapat melebar secara tiba-tiba dan membahayakan keselamatan warga yang beraktivitas di sekitar persawahan.

"Kami terus mengimbau masyarakat untuk menjaga dan mematuhi peraturan, terutama tidak melewati garis polisi di sekitar tanah yang berlubang," imbau Alexandra.

BPBD menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama, mengingat fenomena sinkhole kerap terjadi secara tiba-tiba tanpa tanda yang mudah dikenali oleh masyarakat awam.

Apa penjelasan ahli terkait penyebab sinkhole?

Ahli Geologi dan Mitigasi Bencana Geologi dan Vulkanologi, Ade Edward, menjelaskan bahwa fenomena sinkhole lazim terjadi di wilayah yang memiliki struktur batuan kapur.

Menurutnya, Nagari Situjuah Batua termasuk kawasan batu kapur, meskipun tertutup material erupsi Gunung Sago sehingga tidak tampak secara kasat mata.

Ade menyebut kawasan tersebut dikenal subur dan banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai lahan pertanian. Namun di balik kesuburan tanah, terdapat risiko geologi yang perlu diwaspadai.

Sifat batuan kapur adalah mudah larut apabila terkena air hujan. Proses pelarutan ini dapat memicu terbentuknya rongga di bawah permukaan tanah. Seiring waktu, rongga tersebut membesar dan akhirnya runtuh, membentuk lubang besar yang dikenal sebagai sinkhole.

"Jadi, ini bukan fenomena baru di Situjuah. Masyarakat lokal kerap menyebutnya dengan istilah Sawah Luluih," ujar Ade.

Ade menyarankan agar pemerintah daerah dan masyarakat segera melakukan penanganan fisik terhadap lubang tersebut.

Langkah awal yang dapat dilakukan antara lain menutup atau menimbun sinkhole dengan material tanah, pasir, dan batu.

Setelah itu, diperlukan pengecoran agar struktur tanah menjadi lebih stabil dan risiko kecelakaan dapat diminimalkan. 

Bagaimana awal mula sinkhole ini ditemukan warga?

Sebelumnya, kemunculan lubang besar di tengah sawah menghebohkan warga Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, pada Minggu (4/1/2026). Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga yang sedang bekerja di sekitar lokasi.

Warga tersebut mendengar suara gemuruh yang cukup keras, menyerupai ledakan. Tak lama setelah suara terdengar, sawah yang sebelumnya mengalami retakan akibat kemarau tiba-tiba ambles dan membentuk lubang besar.

Kepala Jorong Tepi, Salim, mengatakan suara gemuruh itu mengundang perhatian warga sekitar.

“Terdengar suara gemuruh atau seperti benda jatuh ke air yang sangat besar. Nah, pas dilihat sumber suara ternyata ada lubang di tengah sawah,” ungkap Salim.

Tak lama setelah lubang terbentuk, runtuhan tanah di sekelilingnya terus terjadi sehingga ukuran sinkhole semakin melebar.

Salim menyebutkan pada awalnya lubang diperkirakan memiliki kedalaman sekitar 15 meter, kemudian semakin dalam dan melebar dalam waktu singkat.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "".

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang