Apa Itu Sinkhole? Mengenal Fenomena Tanah Berlubang Seperti di Lima Puluh Kota

sinkhole, Apa Itu Sinkhole? Mengenal Fenomena Tanah Berlubang Seperti di Lima Puluh Kota, Apa itu sinkhole? , Mengapa sinkhole bisa terjadi mendadak?, Apa bedanya sinkhole dengan lubang di jalan?, Apa penyebab sinkhole di Lima Puluh Kota?

Fenomena sinkhole menjadi perhatian publik setelah lubang besar muncul di area persawahan Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat.

Peristiwa ini menjadi contoh bagaimana proses alam di bawah permukaan tanah dapat memicu amblesan mendadak yang berdampak langsung pada lingkungan dan aktivitas warga.

Lantas, apa itu sinkhole dan apa saja yang perlu diketahui dari fenomena ini?

Apa itu sinkhole? 

Dilansir dari laman USGS, sinkhole adalah cekungan atau lubang di permukaan tanah yang terbentuk akibat hilangnya material di lapisan bawah tanah.

Air hujan atau air permukaan yang masuk ke dalam tanah dapat melarutkan atau mengikis material tertentu.

Fenomena ini umum terjadi di wilayah dengan kondisi geologi khusus, terutama yang tersusun atas batuan mudah larut atau material bertekstur halus.

Proses tersebut berlangsung di bawah permukaan dan sering tidak terdeteksi.

Selama lapisan tanah di atas rongga masih mampu menahan beban, permukaan terlihat normal. Namun, ketika penyangga melemah, tanah dapat runtuh secara tiba-tiba.

Mengapa sinkhole bisa terjadi mendadak?

Sinkhole kerap muncul tanpa peringatan karena proses pembentukannya berlangsung lama dan tersembunyi.

Rongga bawah tanah dapat terbentuk perlahan sebelum akhirnya mencapai titik runtuh.

Ketika lapisan atas tidak lagi mampu menopang beban, runtuhan terjadi secara cepat. Jenis ini dikenal sebagai collapse sinkhole dan sering disertai suara gemuruh.

Suara tersebut menandakan adanya pergeseran atau runtuhan material di bawah permukaan tanah, yang kemudian memicu amblesan di atasnya.

Apa bedanya sinkhole dengan lubang di jalan?

Sinkhole sering disamakan dengan pothole atau lubang jalan, padahal keduanya memiliki penyebab yang berbeda. Sinkhole terbentuk akibat proses geologi di bawah tanah.

Sementara itu, pothole biasanya muncul akibat kerusakan permukaan aspal atau beton karena beban kendaraan dan perubahan cuaca.

Pothole tidak melibatkan runtuhan lapisan tanah dalam.

Perbedaan ini penting karena risiko dan penanganannya juga berbeda. Sinkhole berpotensi melebar dan memicu runtuhan lanjutan.

Apa penyebab sinkhole di Lima Puluh Kota?

Lubang besar atau sinkhole muncul di area persawahan Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat, sejak Minggu (4/1/2026).

Sinkhole tersebut berbentuk lubang dengan diameter sekitar 20 meter dan kedalaman 15 meter, disertai genangan air di dasarnya.

Debit air dilaporkan terus meningkat hingga mencapai permukaan dan menggenangi sawah di sekitarnya. Pemilik lahan mengaku khawatir jika air terus naik, petak sawah lain akan ikut terdampak.

"Iya, airnya sekarang sudah naik dan menggenangi sawah sekitar," ujar Adrolmios, dikutip dari Kamis (8/1/2026).

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan sinkhole di Lima Puluh Kota memiliki mekanisme berbeda dari kasus pada batu gamping.

Amblesan terjadi akibat pengikisan tanah secara bertahap oleh air bawah permukaan.

Lokasi sinkhole berada di atas endapan batuan vulkanik berupa tuf batu apung yang bertekstur halus dan mengandung mineral lempung. Di bawah lapisan tersebut terdapat batuan kedap air yang menahan aliran air.

Air yang tertahan terus menggerus tanah di atasnya hingga membentuk rongga bawah tanah. Seiring waktu, rongga ini menyebabkan lapisan tanah runtuh dan membentuk sinkhole.

Badan Geologi juga menyebut curah hujan tinggi, sekitar 2.000 hingga 2.500 milimeter per tahun, turut mempercepat proses erosi.

Retakan kecil di permukaan tanah menjadi jalur masuk air sebelum amblesan terjadi.

Untuk mengurangi risiko, Badan Geologi menyarankan agar sinkhole dipagari dan dapat dimanfaatkan sebagai penampungan air, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang