Sinkhole di Limapuluh Kota, Badan Geologi Sarankan Pemanfaatan Lubang
Lubang besar di tanah atau sinkhole muncul di aera persawahan Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat sejak Minggu (4/1/2026).
Muncul setelah terjadi tanah amblas, sinkhole itu berbentuk lubang dengan diameter 20 meter dan kedalaman 15 meter.
Lubang itu muncul disertai dengan genangan air pada dasarnya.
Namun, debit air terus meningkat hingga dilaporkan telah mencapai permukaan. Akibatnya, air menggenangi lahan persawahan di sekitar lokasi.
Pemilik sawah tempat lubang itu muncul, Adrolmios, mengaku cemas jika debit air terus naik maka petak sawah lainnya juga akan ikut terdampak.
"Iya, airnya sekarang sudah naik dan menggenangi sawah sekitar," ujar Adrolmios, dikutip dari , Kamis (8/1/2026).
Sebelumnya, pihak BRIN telah memberikan penjelasan mengenai penyebab terjadinya lubang besar di tanah. Kali ini Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memaparkan kajian terkait fenomena tersebut.
Lantas, bagaimana penjelasan Badan Geologi mengenai sinkhole di Limapuluh Kota?
Penyebabnya berbeda dari sinkhole pada umumnya
Dilansir dari Antara, Rabu (7/1/2026), sinkhole di Limapuluh Kota terjadi bukan karena reruntuhan batu gamping, seperti yang biasa terjadi pada fenomena serupa.
Pelaksana tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria menjelaskan, amblesan tanah yang membentuk sinkhole itu terjadi akibat pengikisan tanah.
Air bawah permukaan telah mengikis tanah secara bertahap dan dalam waktu lama, sebelum akhirnya ambles dan membentuk lubang besar.
Menurut tim yang bertugas, lokasi amblesan berada di atas endapan batu vulkanik berupa tuf batu apung bukan batu gamping. Batu apung sendiri bertekstur halus dan mengandung mineral lempung.
Di bawah lapisan itu, terdapat batuan yang bersifat kedap air. Di sana, air tertahan dan terus menggerus tanah yang ada di atasnya.
Semula, keberadaan air itu menggerus tanah di atasnya hingga membuat rongga bawah tanah.
Seiring waktu, rongga itu akan menyebabkan tanah di atasnya runtuh dan terjadilah fenomena sinkhole.
Andil curah hujan dan saran pemanfaatan
Bukan hanya faktor jenis batuan, cuaca juga menjadi penyebab terbentuknya sinkhole.
Badan Geologi menjelaskan, curah hujan tinggi sekitar 2.000 hingga 2.500 milimeter per tahun juga mempercepat erosi di permukaan tanah.
Sebelum tanah ambles, biasanya diawali retakan kecil di permukaan tanah yang menjadi jalan masuk air.
Ketika hujan turun, air diserap tanah dan pada kasus ini masuk ke retakan hingga membentuk rongga di bawah tanah.
Kejadian sinkhole ini berpotensi terjadi di area pertanian lain, terutama dengan kondisi geologi dan pengairan yang kurang baik.
Untuk memanfaatkan lubang ini, Badan Geologi menyarankan agar sinkhole dapat dijadikan penampungan air dan dipasang pagar pengaman di sekelilingnya demi keamanan bersama.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang