Debit Air Sinkhole di Limapuluh Kota Terus Bertambah dan Berwarna Kebiruan, Kok Bisa?

sinkhole, Debit Air Sinkhole di Limapuluh Kota Terus Bertambah dan Berwarna Kebiruan, Kok Bisa?

Fenomena sinkhole yang muncul di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, masih memicu keramaian di media sosial.

Terlebih, karena air di sinkhole tersebut makin bertambah banyak dengan warna yang jernih kebiruan, tak lagi coklat seperti pada awal lubang terbentuk.

Salah satu akun yang membahas fenomena ini adalah akun Instagram @pandemict***, yang mengunggahnya pada Kamis (8/1/2026).

Dalam video yang diunggah, tampak lubang besar menganga di tengah persawahan, yang terisi air sangat jernih.

Dalam narasi unggahan ditulis, lubang tersebut muncul di area sawah milik Adrolmios (61), dan baru diketahui pada Minggu (4/1/2026) siang selepas seorang warga mendengar suara gemuruh mirip ledakan.

Diameter sinkhole disebut terus melebar, dengan kedalaman mencapai 20 meter.

Dari video yang diambil menggunakan drone dari atas lubang, terlihat sinkhole tersebut berisi air kebiruan yang jernih.

Beberapa warganet mempertanyakan dari mana asal air jernih yang memenuhi sinkhole tersebut.

Kronologi munculnya sinkhole

Dilansir dari (6/1/2026), lubang di tanah itu terbentuk di area persawahan Jorong Tepi, Nagari Situjuh Batua, Sumatera Barat.  

Lubang di tanah atau sinkhole itu muncul pada Minggu (4/1/2026) di tengah areal persawahan.

Warga setempat mengaku mendengar suara gemuruh sebelum lubang besar muncul dan terus melebar dalam waktu singkat.

Kepala Jorong Tepi, Salim, mengatakan bahwa lubang awalnya terlihat sangat dalam sebelum akhirnya runtuh di bagian tepinya.

Awalnya, kedalaman sinkhole diperkirakan mencapai sekitar 15 meter.

Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Adrin Tohari, menjelaskan sinkhole dipicu oleh keberadaan rongga di lapisan batu gamping bawah tanah.

"Kalau terjadinya sinkhole karena di bawahnya, di lapisan batu gamping ada rongga yang cukup besar. Tanah di atasnya karena sering menerima air hujan, akhirnya jadi lembek, kekuatannya menurun, akhirnya ambles masuk ke dalam rongga batu gamping," papar Adrin.

Ia menyebut wilayah Jorong Tepi berada di atas lapisan batu gamping dengan kedalaman sekitar lima hingga 10 meter.

Proses pembentukan rongga tersebut berlangsung sangat lama, mencapai ratusan tahun.

Sinkhole sendiri biasanya diawali penurunan tanah secara perlahan dengan pola melingkar.

Tanda lain yang perlu diwaspadai adalah hilangnya aliran air sungai secara tiba-tiba.

"Turunnya itu membentuk pola lingkaran, dan lama-lama akhirnya ambles, lalu membentuk lubang sinkhole," kata Adrin.

Wilayah Sumatera Barat sendiri dikenal memiliki banyak lapisan batu gamping, sehingga potensi sinkhole relatif tinggi. 

Dari mana asal air yang mengisi sinkhole?

Dilansir dari , Kamis (8/1/2026), debit air di sinkhole yang muncul di tengah sawah Kabupaten Limapuluh Kota dilaporkan terus meningkat.

Saat ini, air telah mencapai permukaan dan mulai menggenangi lahan persawahan di sekitar lokasi lubang tersebut.

Adrolmios mengatakan cemas, khawatir jika debit air tidak kunjung surut sehingga merusak tanaman di petak sawah lainnya.

"Iya, airnya sekarang sudah naik dan menggenangi sawah sekitar," kata Adrolmios saat dihubungi pada Kamis (8/1/2026).

Ahli Geologi Sumatera Barat, Ade Edwar menjelaskan, fenomena naiknya air ini disebabkan oleh tekanan air tanah di dalam rongga-rongga bawah tanah.

Karakteristik wilayah tersebut yang memiliki formasi batuan kapur berperan besar dalam perubahan debit dan warna air.

"Di bawah itu kan berongga dan air yang ada menekan naik ke atas sehingga debit air jadi naik," kata Ade.

Dalam video yang beredar, air yang muncul di lubang tersebut tampak sangat jernih dan berwarna kebiruan, bukan keruh seperti air sawah pada umumnya.

Menurut Ade, hal ini merupakan reaksi alami dari keberadaan batu kapur di dasar rongga.

"Batu kapur sifatnya menjernihkan air, maka air yang muncul adalah air jernih bukan keruh," jelas Ade.

Ade menduga, kenaikan debit air ini sangat dipengaruhi oleh intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

Air diprediksi akan turun secara alami seiring dengan datangnya musim kemarau, kecuali jika lubang tersebut terhubung dengan sumber air tanah permanen.

"Kenapa sekarang airnya naik, itu karena musim penghujan. Jika musim kemarau, dengan sendirinya air akan turun. Tapi ada juga yang permanen, kita lihat saja nanti," jelas Ade.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang