Pelatih PSIM Van Gastel Siap Hadapi Derbi Mataram, Waspadai Kebangkitan Persis dan Cuaca Hujan

PSIM, Jean-Paul van Gastel, Persis Solo, Super League 2025, Derbi Mataram, derbi mataram, jean-paul van gastel, super league 2025, Pelatih PSIM Van Gastel Siap Hadapi Derbi Mataram, Waspadai Kebangkitan Persis dan Cuaca Hujan, PSIM di Papan Atas, Persis Terpuruk di Zona Merah, Van Gastel: Persis Solo Tak Bermain Buruk, Hanya Kurang Beruntung, Waspadai Cuaca Hujan di Stadion Manahan, Optimisme PSIM Raih Tiga Poin di Laga Derbi Mataram

Laga bertajuk Derbi Mataram akan kembali tersaji di pekan ke-12 Super League 2025/26 antara Persis Solo dan PSIM Yogyakarta.

Pertandingan bergengsi ini akan digelar di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (8/11/2025) pukul 19.00 WIB.

Pertemuan dua tim asal wilayah bersejarah Mataram itu selalu sarat gengsi dan emosi, tak hanya bagi pemain tetapi juga pendukung setia di dua kota.

Menjelang laga ini, pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, mengaku timnya siap tampil maksimal meski tetap mewaspadai kebangkitan Persis Solo.

PSIM di Papan Atas, Persis Terpuruk di Zona Merah

Secara performa, PSIM tampil meyakinkan di awal musim Super League 2025/26.

Tim berjuluk Laskar Mataram itu kini menempati peringkat keenam klasemen sementara dengan koleksi 18 poin hasil dari lima kemenangan, tiga hasil imbang, dan dua kekalahan.

Capaian tersebut menjadi pencapaian impresif bagi tim asal Kota Gudeg yang baru promosi ke kasta tertinggi musim ini.

Sebaliknya, sang rival Persis Solo justru tengah berada dalam situasi sulit. Skuad asuhan pelatih asal Belanda, Peter de Roo, baru mengantongi empat poin dari sepuluh laga, hasil dari satu kemenangan, dua imbang, dan tujuh kekalahan.

Persis kini terpuruk di peringkat ke-17 atau dua posisi terbawah klasemen, terpaut tiga poin dari PSBS Biak yang berada di batas aman degradasi.

Van Gastel: Persis Solo Tak Bermain Buruk, Hanya Kurang Beruntung

Meski di atas kertas PSIM jauh lebih unggul, Jean-Paul van Gastel menilai Persis tetap berbahaya dan berpotensi bangkit di Derbi Mataram.

Menurutnya, posisi Persis di klasemen tidak mencerminkan kualitas permainan sebenarnya.

“Saya pikir mereka sedikit kurang beruntung. Mereka juga tidak bermain buruk,” ucap Van Gastel dilansir laman resmi PSIM, Kamis (6/11/2025).

Ia mencontohkan beberapa momen krusial yang membuat Persis kehilangan poin.

“Pada saat-saat tertentu dalam pertandingan, misalnya melawan Malut dan Bandung, tendangan pertama langsung menjadi gol,” sambungnya.

“Sebaliknya di Persebaya, mereka kebobolan gol tepat sebelum babak pertama berakhir,” ujar pelatih asal Belanda itu.

Waspadai Cuaca Hujan di Stadion Manahan

Selain faktor permainan lawan, Van Gastel juga menyoroti kondisi cuaca yang berpotensi memengaruhi jalannya laga.

Ia menilai curah hujan tinggi di Solo bisa mengubah karakter lapangan dan memengaruhi strategi bermain PSIM.

“Di sini hujan deras yang turun dalam waktu singkat, dapat mempengaruhi lapangan,” jelas Van Gastel.

“Kondisi tersebut berpotensi mempengaruhi cara bermain yang diinginkan tim.”

Optimisme PSIM Raih Tiga Poin di Laga Derbi Mataram

Meski waspada terhadap berbagai faktor, Van Gastel tetap optimistis timnya bisa membawa pulang hasil maksimal dari Stadion Manahan.

“Derbi selalu menyenangkan untuk dimainkan, terutama jika derbi itu tidak dimainkan dalam waktu lama. Jadi orang-orang menantikan pertandingan seperti ini,” ujarnya.

“Bagi kami, ini adalah pertandingan biasa, tapi juga sangat penting karena kami ingin menang,” tambahnya.

Kemenangan atas Persis Solo akan menjadi modal penting bagi PSIM untuk terus bersaing di papan atas dan membuka peluang menembus tiga besar klasemen Super League 2025/26.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Derbi Mataram Persis vs PSIM, Jean-Paul van Gastel Soroti Faktor Non Teknis”.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.