Bolehkah Suami Istri Berhubungan Tanpa Busana? Ini Penjelasan Islam
Dalam kehidupan rumah tangga, tidak sedikit pasangan suami istri yang memiliki pertanyaan seputar hubungan intim dalam perspektif agama. Salah satu hal yang kerap dipertanyakan adalah hukum melakukan hubungan suami istri tanpa mengenakan busana. Sebagian masyarakat beranggapan bahwa hal tersebut tidak diperbolehkan. Lantas, bagaimana pandangan Islam mengenai hal ini? Menanggapi pertanyaan tersebut, Buya Yahya memberikan penjelasannya.
Dijelaskan Buya Yahya bahwa dalam melakukan hubungan suami istri hendaknya melalui kesepakatan. Jangan sampai adanya keterpaksaan di dalam hubungan tersebut. Kesepakatan itu kata Buya Yahya lebih mengarah kepada bagaimana kita menyenangkan pasangan, bukan bagaimana Anda senang sendiri.
”Jadi, maksudnya itu begini, ada seorang wanita yang mungkin dia atau belum lama atau pengantin baru dan sebagainya, mungkin dia masih belum biasa membuka baju depan suaminya. Sehingga mungkin di saat suami minta, dia belum mau perlu waktu. Maka jangan suami langsung marah dengan yang demikian itu. Biarpun boleh, suami istri tidak ada aurat,”jelas Buya Yahya dikutip dari tayangan YouTube Al Bahjah TV, Senin 29 Desember 2025.
Diungkap Buya Yahya memang disunahkan pasangan suami istri untuk mengunakan selimut. Namun jika tidak, hal tersebut bukan sesuatu yang haram.
”Kalau seorang istri merasa tidak nyaman dan sebagainya, iya ntar dulu ya pada waktunya. Cuman di sisi lain, seorang istri tidak perlulah merepotkan urusan yang demikian itu, karena barangkali itu kesenangan suami. Sisi lain, untuk pandangan dan suami, ingin melihat seutuhnya istrinya, sah-sah saja yang demikian itu,” jelas Buya Yahya.
Buya Yahya juga mengingatkan para suami agar memberi waktu dan pengertian kepada istri. Jika istri belum terbiasa tampil tanpa busana di hadapan suami, maka hal tersebut tidak boleh disikapi dengan kemarahan atau kata-kata kasar.
”’Saya tidak pernah melihat istri saya buka baju waktu saya hubungan’. Sampai dia mulai marah, tidak perlu marah ya suami karena mungkin istrimu adalah rasa malunya sangat tinggi. Memang begitu, biarpun dengan suami, masih kadang ada semacam itu. Ada yang biasa saja, normal, di saat harus buka baju dan itu tidak kasih kesepakatan, jangan ada yang tertekan,” jelas Buya Yahya.
Buya Yahya juga memberikan nasehat kepada suami istri untuk menghindari rasa tidak percaya diri saat melakukan hubungan suami istri. Sebab perasaan demikian justru bisa menyiksa psikologis pasangan suami istri itu sendiri.
”Hindari minder, tidak percaya diri yang penting Anda sudah maksimal, selesai. Jangan menganggap suamimu tidak senang, kalau melihat saya begini, begitu itu menyiksa. Atau istriku, ada sebagian seorang istri hanya ingin, harus begini pokoknya. Jadi penginnya, takut suami tidak senang, oh tidak, suamimu sudah menerima. Menerima apa ada mu ya sudah yang penting seorang istri sudah maksimal,” kata dia.
Selain itu, Buya Yahya juga menasehati kepada pasangan suami istri untuk saling menjaga kebersihan atau hygenitas diri sendiri. Perhatikan aroma tubuh hingga aroma organ intim.
”Masalah aroam itu yang paling penting. Urusan ibadah saja kalau bau kita kotor, ibadah kan fokusnya kepada Allah. Apalagi hubungan suami istri, fokusnya kepada pasangan, karena Allah. Maka jangan sampai, tidak peduli dengan membersihkan mulut, keringat khususnya kamu wanita yang tidak peduli urusan wilayah yang tersembunyi yang kadang mengeluarkan aroma yang tidak baik. Ini perhatikan nomor satu sebelum ketemu pasangan,” jelasnya.
Buya Yahya menjelaskan bahwa sebelum berhubungan suami istri, penting bagi masing-masing pasangan untuk menjaga kebersihan diri dan aroma tubuh dengan sebaik mungkin. Setelah itu, langkah selanjutnya adalah menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT.
Ia juga menekankan agar pasangan tidak diliputi rasa khawatir berlebihan, seperti takut tidak disukai oleh pasangan. Menurutnya, rasa tidak suka sering kali muncul akibat rusaknya pandangan karena terbiasa melihat hal-hal yang dilarang. Oleh sebab itu, Buya Yahya mengingatkan agar menghindari tontonan yang tidak pantas, karena hal tersebut dapat memengaruhi cara pandang seseorang, bahkan terhadap pasangan yang sesungguhnya sudah baik dan menarik.
”Justru nonton film kotor akan rusak. Sehingga suaminya sudah tidak menarik lagi karena yang di otaknya adalah yang ada di hayalannya. Makanya itu merusak mental dan merusak keindahan. Nonton film-film kotor. Nonton aurat, melihat aurat, jangan, jangan lakukan itu semuanya,” kata Buya Yahya.