Bos Netflix Buka Suara soal Akuisisi Warner Bros di Tengah Perang Tawaran dengan Paramount

Netflix
Netflix

Rumor rencana akuisisi Warner Bros Discovery Inc. (WBD) oleh Neflix menjadi perhatia pelaku pasar global. Belakangan mencuat penawaran fantastis dari Paramount Skydance yang membuat proses pengambilahan semakin memanas. 

Aksi korporasi Netflix sempat mengudang pernyataaan keras dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Menurut Trump, pengambilalihan pendistribusi film Harry Potter oleh platform streaming dapat menimbulkan masalah, salah satunya bertentangan dengan undang-undang antitrust.

Kecemasan juga dirasakan para penikmat film di seluruh dunia karena khawatir akusisi menjadi kiamat bagi film layar lebar. Pasalnya, Ted Sarandos sempat menyebut pengalaman menonton di bioskop sebagai sesuatu yang ketinggalan zaman.

Dua Bos Netflix, Greg Peters dan Ted Sarandos, menegaskan tetap berkomitmen menghadirkan film Warner Bros di bioskop. Pernyataan ini sekaligus menjawab kekhawatiran pelaku industri yang menilai Netflix akan mengedepankan model streaming-first. 

CEO Netflix Ted Sarandos

“Kami tidak memprioritaskan penayangan bioskop di masa lalu karena itu bukan bisnis kami. Setelah kesepakatan ini selesai, kami akan terjun ke bisnis tersebut,” tulis Peters dan Sarandos dalam surat kepada karyawan dikutip dari The Detroit News pada Selasa, 16 Desember 2025.

Secara gamblang mengungkap alasan lainnya di balik langkah besar tersebut. Peters dan Sarandos menegaskan bahwa akuisisi ini bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan upaya mendorong pertumbuhan jangka panjang industri hiburan. 

Sarandos dan Petters berjanji tidak akan menutup studio maupun tumpang tindih operasional yang berujung pada pemangkasan tenaga kerja. Manajemen menekankan bahwa kesepakatan ini dirancang untuk memperkuat salah satu studio paling ikonik di Hollywood.

“Kesepakatan ini soal pertumbuhan. Kami ingin memperkuat Warner Bros, mendukung lapangan kerja, dan memastikan masa depan produksi film dan televisi tetap sehat,” tegas keduanya.

Kini, Manajemen Neflix tengah berupaya merayu WBD saat Paramount Skydance memberikan penawaran dengan valuasi lebih tinggi. Meski demikian, Netflix menyatakan tetap percaya diri dengan kesepakatan senilai US$82,7 miliar yang telah disepakati sebelumnya.

“Tawaran tandingan itu sudah kami perkirakan. Namun kami memiliki kesepakatan yang solid,” ujar manajemen Netflix.

Di sisi lain, tantangan utama Netflix tetap berada pada aspek regulasi. Persetujuan otoritas antimonopoli menjadi faktor krusial bagi kelanjutan transaksi. Menanggapi hal tersebut, Netflix mengutip data Nielsen yang menunjukkan bahwa pangsa tontonan gabungan Netflix dan Warner Bros masih lebih kecil dibandingkan YouTube maupun potensi penggabungan Paramount dan Warner Bros.

Isu antimonopoli juga menarik perhatian politisi Amerika Serikat. Senator Elizabeth Warren sebelumnya menyebut tawaran Paramount sebagai “alarm kebakaran antimonopoli”, setelah lebih dulu mengkritik rencana akuisisi Netflix sebagai berisiko menciptakan dominasi pasar.

Jika disetujui regulator, akuisisi ini akan menjadi salah satu transaksi media terbesar sepanjang sejarah. Netflix akan mengambil alih Warner Bros, studio legendaris Hollywood, sekaligus menguasai HBO sebagai brand yang pernah menjadi inspirasi utama perjalanan bisnis Netflix di industri hiburan global.