Netflix Akuisisi Warner Bros Discovery dengan Nilai Transaksi Rp 1.200 Triliun

Netflix, akuisisi, Warner Bros Discovery, Netflix Akuisisi Warner Bros Discovery dengan Nilai Transaksi Rp 1.200 Triliun
  • Netflix resmi mengumumkan akuisisi Warner Bros Discovery senilai 72 miliar dollar AS, menjadikannya salah satu akuisisi terbesar di industri hiburan.
  • Aksi akuisisi Netflix terhadap Warner Bros membuka akses ke konten besar seperti HBO, DC Universe, Harry Potter, hingga Game of Thrones, namun berpotensi menghadapi isu monopoli dari regulator.
  • Netflix menegaskan film Warner Bros tetap tayang di bioskop, meski strategi distribusinya bisa berevolusi agar lebih cepat hadir di platform streaming Netflix.

- Platform streaming video Netflix resmi mengumumkan akuisisi terhadap raksasa hiburan Warner Bros Discovery (WBD) dalam transaksi senilai sekitar 72 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.200 triliun) dengan uang tunai dan saham.

Ini menjadikan akuisisi tersebut sebagai salah satu akuisisi terbesar di industri hiburan, tepat setelah akuisisi Twenty First Century Fox (Fox) oleh Disney (Walt Disney Co.) pada 2017 lalu dengan 84,8 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.415 triliun).

Dengan akuisisi ini, Netflix akan memiliki akses ke semua layanan WBD, termasuk HBO dan HBO Max yang sebelumnya jadi kompetitor.

Mereka juga punya akses ke banyak katalog waralaba (franchise) populer dan ikonik yang pernah dirilis WBD, mulai dari DC Universe, Harry Potter, Game of Thrones, The Sopranos, Friends, dan masih banyak lagi.

"Misi kami adalah untuk menghibur orang-orang di seluruh dunia. Dengan gabungan konten WBD dan Netflix, kami akan bisa memberikan lebih banyak konten hiburan lagi dengan lebih baik dan ke lebih banyak pengguna," kata Co-CEO Netflix, Ted Sarandos dalam keterangan resmi, dikutip KompasTekno pada Sabtu (6/12/2025).

"Bersama Netflix, kami akan membuat semua orang di dunia dan generasi di masa depan untuk dapat menikmati banyak konten dan cerita di mana pun mereka berada," imbuh President & CEO Warner Bros Discoveri, David Zaslav dalam keterangan yang sama. 

Dengan akuisisi ini, setiap pemegang saham WBD akan menerima 23,25 dollar AS dalam bentuk tunai dan 4,50 dollar AS dalam bentuk saham Netflix dengan mekanisme yang telah disesuaikan (collar).

Nantinya, komponen saham Netflix sendiri akan ikut disesuaikan berdasarkan harga rata-rata 15 hari saham Netflix menjelang penutupan transaksi, dengan rentang 97,91–119,67 dollar AS.

Kesepakatan akuisisi Netflix terhadap WBD ini ditargetkan rampung pada 12–18 bulan mendatang dan masih menunggu persetujuan dari regulator setempat.

Penyelesaian akuisisi ini juga menunggu WBD merampungkan pemisahan divisi Global Networks menjadi perusahaan baru Discovery Global. Pemisahan ini ditargetkan selesai pada kuartal III 2026.

Selain Netflix, dua media hiburan lain, yaitu Paramount dan Comcast sebelumnya dilaporkan ikut bersaing mengajukan penawaran terhadap Warner Bros Discovery. Namun, Netflix ternyata keluar sebagai pemenang dan penawar terkuat.

Potensi monopoli?

Langkah akusisi ini bisa dibilang menjadi salah satu ekspansi terbesar Netflix. Meski demikian, kesepakatan ini diperkirakan tak akan mudah dirampungkan.

Sebab, Netflix boleh jadi akan menghadapi tinjauan ketat dari regulator terkait isu monopoli di industri hiburan, baik itu di Amerika Serikat (AS) maupun Eropa. 

Eks CEO WarnerMedia, Jason Kilar mengatakan bahwa akuisisi ini berpotensi mengurangi persaingan di sektor streaming dan studio.

“Ini merupakan langkah bisnis paling cepat untuk mengurangi kompetisi di Hollywood,” kata Jason kepada kantor berita Reuters.

President & CEO Cinema United (asosiasi perdagangan bioskop global), Michael O'Leary juga menyebut akuisisi ini akan berdampak buruk pada ribuan bioskop di seluruh dunia. 

"Kami tetap mendukung perubahan industri dan akan tetap memberi konsumen hiburan di bioskop lokal. Namun, model bisnis Netflix sendiri tidak seperti ini, dan regulator harus paham atas hal tersebut," ujar Michael kepada media hiburan Variety.

Pernyataan Michael tadi dilontarkan karena industri hiburan secara keseluruhan menyoroti model distribusi Netflix yang selama ini lebih mengutamakan rilis streaming ketimbang bioskop.

Sehingga, akuisisi ini dikhawatirkan akan menggerus pendapatan layar lebar di seluruh dunia.

Nasib film Warner Bros pasca-akuisisi Netflix

Seperti diketahui, Warner Bros Discovery biasa menampilkan film-film andalan mereka di bioskop. Lantas, bagaimana nasibnya di masa depan? Apakah film WBD tak akan tampil di bisokop dan justru akan tayang di Netflix?

Sarandos menegaskan bahwa Netflix tidak berencana menghilangkan rilis bioskop untuk film-film Warner Bros Discovery.

Ia menambahkan bahwa keberatan Netflix selama ini hanya terkait panjangnya waktu jeda suatu film eksklusif di bioskop dan tak boleh tayang di platform lain selama beberapa waktu.

"Kami tidak 'benci' bioskop. Kekhawatiran saya lebih ke eksklusivitas film yang saat ini saya rasa terlalu lama dan kurang 'ramah' terhadap konsumen," tegas Sarandos. 

Ke depannya, Sarandos menyebut perilisan film Warner Bros Discovery akan tetap mengikuti strategi penayangan di bioskop, sementara film produksi Netflix sendiri akan terus tayang terbatas di bisokop sebelum masuk layanan streaming.

Setelah akuisisi ini, Sarandos menyebut bahwa pola distribusi film kemungkinan akan berevolusi seiring perubahan perilaku penonton, misalnya film di bioskop akan tayang di layanan streaming lebih cepat.

Sarandos juga menegaskan bahwa Netflix akan tetap mempertahankan operasional Warner Bros, termasuk divisi film layar lebar, untuk menjaga keberlangsungan produksi studio legendaris yang berusia sekitar satu abad tersebut (didirikan 1923).

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang