Viral Pemobil Tewas Saat Terjebak Banjir di Latumenten Jakbar, Polisi Bongkar Fakta Sebenarnya

Seorang pemobil disebut meninggal di tengah kemacetan parah akibat banjir
Seorang pemobil disebut meninggal di tengah kemacetan parah akibat banjir

Kematian seorang pemobil di tengah kemacetan parah akibat banjir di Jalan Latumenten, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Kamis, 22 Januari 2026, mengundang tanda tanya besar publik.

Peristiwa yang sempat viral di media sosial itu memicu spekulasi bahwa korban meninggal dunia karena terjebak macet. Namun, kepolisian meluruskan informasi tersebut. Video kejadian beredar luas melalui akun Instagram @info.jakartabarat.

Dalam rekaman itu, terlihat seorang pria dievakuasi petugas kepolisian dari dalam mobil dan dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Narasi yang menyertai unggahan tersebut menyebut korban meninggal dunia saat kondisi jalan macet akibat banjir.

“Kita gak tau seberapa urusan atau kepentingan orang, tapi kalo begini siapa yang mesti tanggung jawab,” demikian dikutip dari akun tersebut, Kamis 22 Januari 2026.

Menanggapi kabar tersebut, Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Grogol Petamburan, Ajun Komisaris Polisi Alexander Tengbunan, menegaskan bahwa penyebab kematian korban tidak bisa serta-merta dikaitkan dengan kemacetan atau kondisi banjir.

“Kejadian di jalan, kalau penyebab meninggalnya karena terjebak macet, mungkin kita belum bisa pastikan seperti itu. Karena kan harus dipastikan dia meninggalnya kenapa,” ujar Alexander.

Menurut Alexander, anggapan korban meninggal akibat terjebak macet masih memerlukan pendalaman lebih lanjut. Ia menyebut, kemungkinan besar korban meninggal karena faktor kesehatan yang dialami saat sedang berkendara.

“Kalau meninggal karena macet kan mungkin lebih kemungkinan karena sakit ya, bukan karena macet,” kata dia.

Ia lalu mengungkapkan kronologi kejadian berdasarkan keterangan saksi dan temuan petugas di lapangan. Awalnya, seorang saksi melihat mobil korban berhenti di tengah jalan dan diduga mogok. Saksi kemudian melapor kepada petugas lalu lintas yang sedang bertugas.

“Saksi ini menginfokan kepada anggota lantas bahwa mobil ada yang mogok nih, ada yang berhenti di tengah jalan. Kemudian Kanit Lantas, anggota Lantas langsung datang dan mendorong mobil tersebut, namun direm tangan,” katanya.

Petugas kemudian mencoba membuka pintu kendaraan dan mengetuk kaca mobil, namun tidak mendapatkan respons dari pengemudi.

“Nah, kemudian dicoba buka pintunya dan diketuk kacanya, tidak ada respon. Dibuka pintunya terus anggota ini melihat sopir ini, driver, kepalanya merunduk, dalam keadaan duduk,” tutur dia.

Saat dilakukan pengecekan, korban ternyata telah meninggal dunia. Alexander memastikan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Di dalam tas korban, petugas juga menemukan sejumlah obat-obatan, di antaranya inhaler asma, minyak angin, dan obat tetes mata.

“Setelah diidentifikasi tidak ada tanda-tanda kekerasan di situ. Terus korban ini selanjutnya dibawa ke Cipto Mangunkusumo untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kesehatannya,” ucapnya.

Lebih lanjut, Alexander mengatakan pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan keluarga korban. Dari hasil komunikasi tersebut, diketahui korban berinisial AR (51).

“Nah, pihak keluarga sampai sekarang ini sudah komunikasi dengan anggota Polsek Grogol untuk mengambil barang-barang dan mengecek kesehatannya,” katanya.

Hingga kini, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, sekaligus meluruskan informasi yang terlanjur berkembang di tengah masyarakat.