AS Tenggelamkan Kapal Iran di Laut Lepas Sri Lanka, Menlu Iran: AS Akan Menyesalinya!

Menteri Luar Iran Seyed Abbas Araghchi
Menteri Luar Iran Seyed Abbas Araghchi

 Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi memberikan peringatan keras kepada Donald Trump setelah kapal perang Iran diserang oleh Torpedo, Amerika Serikat. Araqchi mengungkap bahwa Amerika Serikat akan menyesalai preseden yang telah mereka ciptakan tersebut

“AS telah melakukan tindakan kejam di laut, sekitar 2.000 mil dari pantai Iran. Fregat IRIS Dena, yang sedang menjadi tamu Angkatan Laut India dan membawa hampir 130 pelaut, diserang di perairan internasional tanpa peringatan. Catat kata-kata saya Amerika Serikat akan sangat menyesali preseden yang mereka buat ini,” tulis Araqchi di platform X seperti dikutip dari laman New York Post, Kamis 5 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menteri Perang AS, Pete Hegseth, sebelumnya kapal selam AS telah menenggelamkan sebuah kapal perang Iran di Samudra Hindia tepatnya di dekat Sri Lanka. Dia juga menyentil bahwa Iran telah melonggarkan kewaspadaannya dan mengira kapal tersebut aman berada di perairan internasional.

“Namun kapal itu justru ditenggelamkan oleh torpedo, Quiet Death. Ini adalah pertama kalinya kapal musuh ditenggelamkan oleh torpedo sejak World War II. Seperti pada perang itu, saat kami masih bernama Departemen Perang, kami bertempur untuk menang,” kata Hegseth.

Dalam video yang dirilis Pentagon tampak menunjukkan kapal perang Iran tersebut dihantam ledakan besar yang menghancurkan bagian belakangnya. Dampak ledakan membuat kapal terangkat sebelum akhirnya mulai tenggelam dari bagian buritan.

Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Dan Caine, mengatakan kapal perang itu ditenggelamkan dengan satu torpedo jenis Mark 48 torpedo yang diperkirakan bernilai sekitar 4,2 juta dolar AS.

“Mark 48 adalah salah satu senjata anti-kapal paling mematikan dalam persenjataan Amerika Serikat,” kata Thomas Shugart dari Center for a New American Security kepada Fox News.

Shugart menjelaskan bahwa torpedo tersebut tidak dirancang untuk menghantam kapal secara langsung. Sebaliknya, senjata itu menciptakan gelembung uap di bawah kapal yang dapat membuat badan kapal terbelah dua.

“Torpedo ini meledak di bawah buritan kapal Iran, mengangkatnya keluar dari air, dan dalam hitungan menit kapal itu pun tenggelam,” jelasnya.

Sementara itu, Angkatan Laut Sri Lanka berhasil menemukan 87 jenazah dan menyelamatkan 32 orang pada Rabu.

Juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka, Buddhika Sampath, mengatakan tidak ada tanda-tanda keberadaan kapal saat tim penyelamat tiba di lokasi.

“Yang terlihat hanya beberapa bercak minyak dan rakit penyelamat. Kami menemukan orang-orang yang mengapung di laut,” ujarnya.

Komandan kapal serta beberapa perwira tinggi termasuk di antara para korban selamat.

Menurut Wakil Menteri Luar Negeri Sri Lanka, kapal IRIS Dena sedang dalam perjalanan kembali ke Iran dari sebuah pelabuhan di wilayah timur India ketika serangan terjadi.

Kapal tersebut sebelumnya mengikuti latihan militer laut yang diselenggarakan India pada 18–25 Februari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pejabat United States Central Command juga mengonfirmasi bahwa sejauh ini Amerika Serikat telah menyerang atau menenggelamkan lebih dari 20 kapal Iran.