Kabasarnas: Korban Bencana Aceh-Sumatera Capai 33.620 Orang, 447 Meninggal Dunia
Badan SAR Nasional (Basarnas) mencatat 33.620 jiwa berhasil dievakuasi dari wilayah terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dimana sebanyak 33.173 jiwa dievakuasi dalam kondisi selamat, sedangkan 447 jiwa meninggal dunia dan 399 jiwa masih dalam pencarian.
Kabasarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan jumlah tersebut merupakan hasil rekapitulasi per hari ini, Senin, 1 Desember 2025, dalam rangkaian operasi yang dilakukan petugas gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan otoritas pemerintah daerah.
"Keberhasilan evakuasi selamat ini tidak lepas dari peran potensi SAR yang mencapai lebih dari 5.000 personel di Sumatera Utara dan ratusan di Aceh serta Sumatera Barat sejak operasi SAR dimulai 25 November," kata Kabasarnas M Syafii saat mengikuti RDP di Komisi V DPR RI, Senin.
Personel TNI mengevakuasi warga terdampak banjir di Aceh Tengah
Total kekuatan SAR mencapai 5.500 personel, menurut Kabasarnas, menjadikannya operasi terbesar di antara ketiga provinsi tersebut, mengingat luasnya cakupan kerusakan di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Mandailing Natal, hingga Humbang Hasundutan
Kabasarnas merinci untuk operasi SAR di Provinsi Aceh, Basarnas mengevakuasi 1.146 warga, dimana 102 meninggal dunia dan 116 masih dalam pencarian. Sebanyak 165 personel Basarnas diterjunkan untuk memperkuat Kantor SAR Banda Aceh.
Kemudian di wilayah Sumatera Utara mencatat kondisi darurat paling luas, dengan 3.029 warga terdampak, 217 meninggal, dan 168 masih hilang. Basarnas mengerahkan helikopter, kapal, drone, perahu karet, dan 121 personel untuk mendukung operasi.
Selanjutnya di Sumatera Barat, 29.445 warga terdampak dan 128 meninggal dunia. Operasi difokuskan pada desa-desa terisolasi serta lokasi longsor besar yang menyulitkan akses tim penyelamat menuju titik pencarian.
Kabasarnas Syafii menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur pemerintah dan masyarakat yang turut membantu upaya penyelamatan sejak hari pertama bencana melanda. Ia memastikan operasi SAR akan terus berjalan mengingat masih adanya laporan warga hilang di beberapa kabupaten.