Dampak Cuaca Ekstrem Buat Ribuan BTS di Aceh dan Sumut Tak Berfungsi hingga Jaringan Telekomunikasi Mati
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melaporkan terjadinya gangguan layanan telekomunikasi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga, Sumatera Utara, usai banjir dan longsor melanda wilayah tersebut pada Rabu (26/11/2025).
Gangguan terjadi karena sejumlah infrastruktur telekomunikasi terdampak langsung oleh bencana.
"Berdasarkan data sebaran infrastruktur PMT bahwa pada wilayah tersebut terdapat infrastruktur telekomunikasi milik PT Telekomunikasi Selular, PT Indosat Tbk dan PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk," demikian keterangan Kemkomdigi di Jakarta, Kamis (27/11/2025) dikutip dari Antara.
Menurut data tersebut, banjir menyebabkan 495 site telekomunikasi mati atau sekitar 1,42 persen dari total 34.660 site eksisting di Sumatera Utara.
Operator Mana Saja yang Terdampak?
PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk melaporkan alarm gangguan pukul 11.00 WIB dan mencatat 80 site terdampak atau 0,19 persen dari 8.746 site eksisting.
PT Indosat Tbk melaporkan 79 site terdampak (0,77 persen dari 10.174 site), sementara PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) mencatat 336 site mati.
Secara keseluruhan, gangguan disebabkan terputusnya aliran listrik dari PLN dan gangguan transmisi.
Sejumlah site telekomunikasi tidak dapat beroperasi karena akses jalan menuju titik gangguan juga terdampak banjir dan longsor.
Bagaimana Upaya Pemulihan Jaringan?
Kemkomdigi menyampaikan bahwa operator seluler telah mengerahkan genset untuk memberi pasokan listrik sementara ke site yang mati. Namun pemulihan terkendala kondisi akses jalan yang masih tergenang atau tertutup material longsor.
Untuk gangguan transmisi, operator melakukan routing ke titik yang masih berfungsi sambil menunggu proses verifikasi teknis.
Pemantauan layanan dilakukan secara berkelanjutan oleh Direktorat Pengendalian Infrastruktur Digital Kemkomdigi.
Seberapa Luas Dampak di Sumatera Utara?
Banjir di Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Hingga, Rabu (26/11/2025) sedikitnya, 8 orang meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara
Gangguan layanan telekomunikasi tercatat di banyak kabupaten/kota di Sumatera Utara. Berikut sebaran site yang terdampak:
- Deli Serdang: 3 site (0,05 persen dari 5.499 site)
- Humbang Hasundutan: 1 site (0,25 persen dari 405 site)
- Nias: 23 site (13,07 persen dari 176 site)
- Nias Barat: 12 site (9,92 persen dari 121 site)
- Nias Selatan: 41 site (11,11 persen dari 369 site)
- Nias Utara: 24 site (11,37 persen dari 211 site)
- Samosir: 1 site (0,22 persen dari 459 site)
- Serdang Bedagai: 1 site (0,06 persen dari 1.640 site)
- Tapanuli Selatan: 53 site (9,03 persen dari 587 site)
- Tapanuli Tengah: 167 site (23,19 persen dari 720 site)
- Tapanuli Utara: 21 site (2,77 persen dari 757 site)
- Gunungsitoli: 47 site (16,15 persen dari 291 site)
- Kota Medan: 64 site (0,96 persen dari 6.648 site)
- Padang Sidempuan: 2 site (0,41 persen dari 483 site)
- Kota Sibolga: 35 site (26,52 persen dari 132 site).
Bagaimana Kondisi di Aceh?
Selain Sumatera Utara, Kemkomdigi juga mencatat gangguan besar di Provinsi Aceh akibat banjir pada hari yang sama. Total 799 site atau 1,42 persen dari 34.600 site telekomunikasi dinyatakan mati.
Gangguan layanan meliputi:
- Aceh Barat: 12 site (2,64 persen)
- Aceh Barat Daya: 8 site (2,74 persen)
- Aceh Besar: 40 site (2,52 persen)
- Aceh Jaya: 2 site (0,97 persen)
- Aceh Selatan: 8 site (1,92 persen)
- Aceh Tamiang: 12 site (2,17 persen)
- Aceh Timur: 1 site (0,12 persen)
- Bireuen: 27 site (2,30 persen)
- Banda Aceh: 29 site (2,40 persen)
- Lhokseumawe: 15 site (2,87 persen)
- Nagan Raya: 16 site (4,12 persen)
- Pidie: 26 site (2,79 persen)
- Pidie Jaya: 15 site (4,20 persen).
PT XLSmart mencatat 208 site terdampak di Aceh, PT Indosat 334 site, dan Telkomsel 254 site.
Kementerian Komunikasi dan Digital bekerja sama dengan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Banda Aceh dan pemerintah daerah untuk mempercepat pemulihan layanan telekomunikasi.
Pemerintah menegaskan bahwa layanan telekomunikasi menjadi kebutuhan vital, terutama saat bencana, sehingga seluruh gangguan harus segera ditangani agar masyarakat tetap dapat mengakses informasi, layanan darurat, serta komunikasi penting lainnya.
Upaya pemantauan dan pemulihan akan dilakukan hingga seluruh site kembali berfungsi normal.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang