Jalan Lintas Solok–Solok Selatan Kembali Dibuka Setelah Longsor, Pemkab Tetapkan Status Darurat Bencana 14 Hari

longsor, Solok, longsor di solok, sumatera barat, Jalan Lintas Solok–Solok Selatan Kembali Dibuka Setelah Longsor, Pemkab Tetapkan Status Darurat Bencana 14 Hari

Akses jalan lintas Solok–Solok Selatan di Jorong Batang Hari, Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, kembali normal setelah sebelumnya tertutup material longsor dan menyebabkan kemacetan panjang sejak Kamis (27/11/2025) dini hari.

Sekretaris Wali Nagari Alahan Panjang, Irwan Saputra, mengatakan bahwa kondisi lalu lintas sudah berangsur pulih dan dapat dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Peristiwa longsor tersebut terjadi sekitar pukul 03.15 WIB hingga 10.00 WIB, sehingga menyebabkan macet panjang karena akses jalan lumpuh total akibat tumpukan material longsor,” ujarnya di Alahan Panjang, Kamis.

Ia menambahkan, upaya pembersihan material longsor dilakukan pemerintah nagari bersama masyarakat, termasuk bantuan alat berat milik warga.

“Alhamdulillah, segera dapat bantuan untuk perbaikan jalan dan sekarang akses jalan kembali normal,” kata Irwan.

Namun, ia menegaskan bahwa kondisi cuaca masih diguyur hujan dan angin kencang, sehingga masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana diminta tetap waspada.

“Kami mengimbau masyarakat Nagari Alahan Panjang agar lebih meningkatkan kewaspadaan. Kita berdoa semoga cuaca kembali normal,” ucapnya.

Pemkab Solok Tetapkan Status Darurat Bencana 14 Hari

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Solok secara resmi menetapkan status darurat bencana alam hidrometeorologi selama 14 hari, mulai 25 November 2025, menyusul tingginya intensitas curah hujan dan meningkatnya kejadian bencana seperti longsor, banjir, dan pohon tumbang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Solok, Medison, mengatakan penetapan status siaga bencana ini dilakukan agar penanganan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.

"Status kita sudah siaga bencana terhitung 14 hari ke depan. Tolong dilengkapi dengan undangan rapat, notulen rapat, SK penetapan status, dan dokumentasi kegiatan,” ujar Sekda.

Ia juga menginstruksikan pemberian kompensasi kepada masyarakat terdampak berupa stimulan, bibit, dan bantuan lain. Selain itu, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta segera menyusun Rencana Kebutuhan Belanja (RKB) yang akan dievaluasi oleh Inspektorat Daerah.

Pemda juga mengarahkan OPD teknis untuk mengajukan dana Bantuan Tak Terduga (BTT) sesuai aturan yang berlaku.

Terkait infrastruktur, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah menyusun laporan dan proposal ke pemerintah pusat dalam bentuk PDF Data Dampak Akibat Bencana.

Curah Hujan Diprediksi Meningkat hingga 27 November

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok, Marizal, menyebutkan bahwa curah hujan tinggi diperkirakan masih akan terjadi hingga 27 November 2025.

“Berdasarkan informasi BMKG, curah hujan akan terus meningkat hingga tanggal 27 November 2025. Hampir sebagian besar wilayah Kabupaten Solok terdampak banjir, tanah longsor, pohon tumbang,” ucapnya.

Ia menyebutkan sejumlah kerusakan terjadi pada jalan dan jembatan, yang merupakan infrastruktur vital masyarakat.

Penetapan status darurat bencana diharapkan dapat mempercepat penanganan, meminimalkan risiko, serta mempercepat pemulihan masyarakat terdampak.

“Kami berharap langkah penanganan dapat lebih cepat, efektif, dan tepat sasaran demi keselamatan masyarakat,” kata Marizal.

Dengan kondisi cuaca yang masih tidak stabil, Pemkab Solok, BPBD, dan pemerintah nagari mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di wilayah rawan longsor dan banjir.

Penanganan lapangan disebut terus dilakukan, termasuk pembersihan dan rehabilitasi ruas jalan terdampak longsor di jalur Solok–Solok Selatan.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang