Presiden Ekuador Umumkan Status Darurat Kriminal di 9 Provinsi

Polisi Ekuador berhasil tangkap anggota gang narkoba yang membuat kerusuhan
Polisi Ekuador berhasil tangkap anggota gang narkoba yang membuat kerusuhan

 Presiden Ekuador Daniel Noboa telah mendeklarasikan "keadaan darurat" baru selama 60 hari di sembilan provinsi dan tiga kotamadya karena peningkatan kekerasan kriminal telah menyebabkan kekacauan internal yang serius, menurut media lokal pada hari Kamis, 1 Januari 2026.

Dekrit tersebut, yang ditandatangani pada hari Rabu oleh presiden, telah berlaku sejak Kamis di provinsi Guayas, Manabi, Santa Elena, Los Rios, El Oro, dan Esmeraldas di wilayah pesisir, di provinsi tengah-utara Pichincha dan Santo Domingo, serta di provinsi Sucumbios di wilayah Amazon.

Langkah ini juga diterapkan di kotamadya La Mana di provinsi Cotopaxi bagian tengah, bersama dengan kotamadya Las Naves dan Echeandia di provinsi Bolivar di Andes.

Presiden mengatakan bahwa pemberlakuan dekrit selama 60 hari ini bertujuan untuk menahan dan mengurangi kekerasan intensitas tinggi, menetralisir ancaman yang sedang berlangsung atau yang akan segera terjadi, dan membongkar struktur kriminal.

Sebanyak 1.232 korban pembunuhan yang disengaja tercatat di Ekuador kurun waktu 1 November dan 23 Desember tahun lalu, terjadi di provinsi Guayas, Los Rios, Manabi, El Oro, Pichincha, Esmeraldas, Santa Elena, Santo Domingo dan Sucumbios, menurut laporan dari Kepolisian Nasional.

Ekuador menghadapi gelombang kekerasan yang dipicu bentrokan antar geng kriminal. Dalam sepekan terakhir, puluhan orang dilaporkan tewas dalam serangkaian penembakan, pembunuhan, dan kerusuhan yang terjadi di sejumlah kota, terutama di wilayah pesisir yang menjadi jalur utama perdagangan narkotika.

Otoritas setempat menyatakan kekerasan meningkat tajam setelah konflik terbuka pecah antara kelompok kriminal yang berebut kendali rute penyelundupan narkoba menuju Amerika Serikat dan Eropa. Kota pelabuhan Guayaquil kembali menjadi episentrum, dengan insiden penembakan terjadi di kawasan permukiman, pusat hiburan, hingga dekat fasilitas umum.

Kepolisian Nasional Ekuador menyebut sebagian besar korban merupakan anggota geng, namun warga sipil turut menjadi korban akibat tembakan membabi buta. Aparat keamanan telah mengerahkan pasukan tambahan dan melakukan operasi besar-besaran untuk memburu pelaku. 

Selain di jalanan, kekerasan juga meluas ke dalam lembaga pemasyarakatan. Kerusuhan dan bentrokan antar narapidana yang berafiliasi dengan geng kriminal dilaporkan terjadi di beberapa penjara, memicu pengamanan ketat oleh militer. Penjara-penjara di Ekuador selama beberapa tahun terakhir dikenal sebagai pusat kendali operasi geng narkoba.