Mataram NTB Diterjang Gelombang 2-3 Meter, Pemkot Kaji Status Darurat

Mataram NTB Diterjang Gelombang 2-3 Meter, Pemkot Kaji Status Darurat

Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah menyiapkan kajian untuk menaikkan status bencana dari siaga menjadi tanggap darurat.

Hal ini menyusul gelombang pasang dengan ketinggian 2-3 meter menerjang Kampung Bugis, Kelurahan Bintaro, Mataram pada Kamis (22/1/2026) dini hari.

"Hari ini kami akan kaji dan pertimbangkan untuk kenaikan status bencana dari siaga ke tanggap darurat," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Akhmad Muzaki di Mataram, Kamis (22/1).

Dia menjelaskan salah satu kajiannya adalah melihat jika terjadi peningkatan eskalasi dan membutuhkan berbagai bantuan vital, seperti perbaikan perumahan, infrastruktur, dan pemakanan.

Di sisi lain, pihaknya juga akan mempertimbangkan untuk penggunaan dana belanja tidak terduga (BTT) untuk membantu para korban bencana akibat cuaca ekstrem.

"Untuk peningkatan status, kami tidak bisa serta merta melakukan tapi harus melakukan kajian dan pertimbangan matang. Jadi saat ini status bencana masih siaga," ujar Akhmad.

Gelombang tinggi rusak belasan rumah

Mataram NTB Diterjang Gelombang 2-3 Meter, Pemkot Kaji Status Darurat

Kondisi salah satu rumah warga di Kampung Bugis Bintaro, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang rusak akibat gelombang pasang, Kamis (22/1/2026).

Sebelumnya, BPBD Kota Mataram melaporkan sebanyak 18 rumah nelayan di Kampung Bugis rusak berat akibat gelombang pasang dengan ketinggian 2-3 meter.

Rumah-rumah yang rusak tersebut ditempati 25 kepala keluarga (KK) atau sekitar 100 jiwa dan kini sudah mengungsi ke masjid terdekat dan rumah keluarga.

Untuk membantu pemenuhan kebutuhan sehari-hari, Dinas Sosial langsung membuka dapur umum di Kampung Bugis.

Dapur umum akan memberikan bantuan makanan siap makan kepada para pengungsi dua kali, yakni siang dan malam.

Layanan dapur umum untuk sementara disiapkan selama tujuh hari ke depan atau bisa jadi diperpanjang sesuai dengan kondisi lapangan dan prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Untuk bantuan hari ini, sudah disalurkan 100 paket bantuan kepada para korban terdampak gelombang pasang dan rob di Kelurahan Bintaro.

Paket bantuan tersebut berisi beras, minyak goreng, air mineral, mi instan, tikar, selimut, dan lainnya.

Sementara itu, berdasarkan prediksi BMKG, perubahan cuaca berupa hujan deras disertai petir, angin kencang, dan gelombang tinggi, akan berlangsung sampai 26 Januari 2026.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang