Dishub Kembali Gelar Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta Selatan

Proyek galian masih banyak ditemukan jelang akhir tahun. Terutama di jalan-jalan besar yang ada di wilayah Jakarta Selatan.

Salah satunya adalah proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pesanggrahan SOI Jakarta Selatang. Membuat kemacetan panjang kerap terjadi.

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta pun mengambil langkah serius. Seperti menerapkan rekayasa lalu lintas.

Keputusan tersebut akan diterapkan di beberapa lokasi. Mulai di Jalan Ciputat Raya, T.B. Simatupang, R.A. Kartini dan Jalan Deplu Raya.

Kemacetan TB Simatupang

“Kegiatan rekayasa akan disesuaikan dengan kondisi pengerjaan lapangan yang tengah dilaksanakan,” ungkap Syafrin Liputo, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta dalam keterangan resmi, Senin (17/11).

Menurut Syafrin rekayasa lalu lintas di sejumlah jalan di Jakarta Selatan sangat diperlukan. Sehingga tidak ada kemacetan panjang setiap pagi dan sore.

Syafrin menjelaskan kalau pekerjaan saluran Jacking, tahap 1 Pit STA 0+087 di Jalan Ir. H. Juanda Sisi Barat Sespolwan telah berjalan sejak 26 September.

Pengerjaan tersebut diperkirakan bakal rampung pada 31 Desember 2025 nanti. Sehingga Dishub DKI Jakarta melakukan penyesuaian geometrik median pemisah jalan, agar bisa mengoptimalkan lajur lalu lintas.

Sementara lokasi Pit STA 1+475 yang berada di Jalan T.B. Simatupang Sisi Utara (simpang fedex) setelah putaran Timur-Timur dilaksanakan sejak 17 Oktober lalu. Diperkirakan rampung 31 Desember mendatang.

Kemudian pekerjaan galian bertahap segmen 2A STA 2+000 sid STA 2+400, terletak di median jalan atau sisi tengah Jalan TB Simatupang.

Proyek tersebut sudah berjalan sejak 17 Oktober. Dishub DKI Jakarta memperkirakan rampung 15 Desember 2025.

"Di lokasi ini pekerjaan dilakukan sebagian secara bergantian pada malam hari, agar ketika pagi sudah dapat dilintasi kendaraan," lanjut Syafrin.

Sedangkan segmen 2B, STA 2+400 sid STA 2+800, pekerjaan telah dilaksanakan sejak 26 September dan diperkirakan rampung 30 November.

Dilanjut segmen tiga juga empat, yakni STA 2+850 sampai STA 3+200, STA 3+200 hingga STA 3+632 waktu pelaksanaan akan menyesuaikan dengan situasi kepadatan lalu lintas.

Lalu pagar area kerja bakal disesuaikan dimensinya, dengan keperluan mobilisasi kendaraan di jalan tersebut.

"Selama pekerjaan berlangsung akan ada pengurangan atau penyempitan badan jalan," tutur kepala Dishub DKI Jakarta.

Rekayasa lalu lintas di Jakarta Timur

Kepada pelaksana pekerjaan, China Railway Construction Corporation (CRCC) Syafrin mengaku telah meminta mereka agar tetap memperhatikan akses keluar-masuk gedung yang terdampak.

Menerut Syafrin, pelaksana proyek juga akan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap keselamatan dan keamanan pengguna jalan (motorized serta unmotorized) di lokasi pelaksanaan pembangunan.

Meski telah menyiapkan banyak hal, Syafrin menegaskan pelaksanaan pekerjaan bisa saja menyesuaikan dengan rekayasa lalu lintas rangkaian kegiatan Natal dan Tahun Baru 2025-2026 yang dibutuhkan nanti.