Top 11+ Cabor SEA Games 2025 Dipindah Akibat Banjir Parah di Thailand Selatan

banjir, Thailand selatan, Thailand Selatan, SEA Games 2025, Thailand Selatan Dilanda Banjir 11 Cabor SEA Games 2025 Direlokasi, 11 Cabor SEA Games 2025 Dipindah Akibat Banjir Parah di Thailand Selatan

Sebanyak 11 cabang olahraga SEA Games 2025 terpaksa dipindahkan dari lokasi semula di Thailand selatan akibat banjir besar yang melumpuhkan wilayah tersebut. 

Panitia SEA Games Thailand 2025 pada Kamis (27/11/2025) mengumumkan bahwa sebagian besar venue akan dialihkan ke Bangkok.

“Penyesuaian ini dilakukan demi memastikan keselamatan para atlet, ofisial, dan penonton,” tulis pernyataan resmi panitia.

Cabang olahraga yang terdampak meliputi sepak bola putra, catur, judo, karate, dan gulat. Seluruh rangkaian pertandingan tersebut awalnya dijadwalkan berlangsung di Songkhla, provinsi yang berbatasan dengan Malaysia, namun wilayah itu kini mengalami banjir parah sejak awal pekan.

Sebagian Venue Beralih ke Chonburi

Selain ke Bangkok, sejumlah cabor juga dialihkan ke Chonburi, yang sejak awal turut menjadi tuan rumah SEA Games. 

Panitia memastikan perubahan lokasi tidak akan mengganggu jadwal penyelenggaraan SEA Games ke-33 pada 9–20 Desember 2025.

“Panitia menegaskan kembali bahwa meskipun ada perubahan lokasi, Thailand tetap berkomitmen penuh menyelenggarakan SEA Games ke-33 yang efisien, terkelola dengan baik, dan berkelas dunia, yang memperkuat kepercayaan diri semua negara peserta,” demikian pernyataan lanjutan.

Thailand Selatan Catat 145 Korban Jiwa

Data terbaru pada Jumat (28/11/2025) sore menunjukkan, banjir di Thailand selatan telah menewaskan 145 orang, dengan lebih dari 110 korban berasal dari Songkhla, wilayah yang paling parah terdampak.

“Total kematian di seluruh provinsi selatan adalah 145,” ujar juru bicara pemerintah Siripong Angkasakulkiat. Banyak warga terpaksa naik ke atap rumah karena permukiman terendam.

Kondisi darurat juga menyebabkan sebuah rumah sakit setempat mengumumkan bahwa kamar mayat telah penuh. Pemerintah mencatat lebih dari 14.000 penduduk telah dievakuasi.

Mulai Beralih ke Tahap Pemulihan

Meski upaya penyelamatan masih berlangsung, pemerintah mulai menyiapkan langkah pemulihan. 

“Kami sekarang akan memasuki fase rehabilitasi dan bekerja untuk memulihkan kota ke keadaan normal secepat mungkin,” terang Direktur Pusat Operasi Bantuan Banjir Paradorn Prissananantakul. 

Dilansir Antara, banjir dan tanah longsor terjadi setelah hujan lebat berkepanjangan mengguyur Thailand selatan selama beberapa hari. 

Kenaikan permukaan air yang tajam menyebabkan ratusan desa terputus dan ribuan warga mengungsi.

Para ahli menyebut curah hujan ekstrem pada November ini menjadi yang tertinggi dalam 300 tahun berdasarkan catatan historis negara tersebut.

Sebagian artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul: . 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang