Jalan Tol Medan–Kisaran Amblas, Diduga Akibat Banjir Sungai Sei Batu Gingging
Dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara kian meluas. Salah satu titik yang terdampak cukup parah adalah ruas Tol Trans Sumatra di Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang, yang mengalami amblas pada bagian sambungan akibat luapan air sungai.
Peristiwa ini terjadi di Kilometer 41, pada jalur Tol Tebing Tinggi–Medan, Jumat siang, 28 November 2025. Dalam rekaman video amatir, tampak jelas kondisi jalan yang ambles cukup dalam. Bagian penghubung jalan tol itu diketahui amblas sedalam sekitar enam meter dengan lebar kurang lebih 25 meter.
Akibatnya, akses jalan tol dari arah Tebing Tinggi menuju Medan terpaksa dialihkan melalui skema rekayasa jalur ke exit Lubuk Pakam, Kemiri, hingga Bandara Kualanamu.
Luapan Sungai Sei Batu Gingging yang debit airnya meningkat drastis dalam tiga hari terakhir diduga menjadi penyebab utama kerusakan struktur di bawah badan jalan.
Untuk mengantisipasi kerusakan lanjutan, pihak PT Jasamarga Kualanamu Tol telah menutup area yang amblas menggunakan terpal sementara, sebelum perbaikan dilakukan secara bertahap.
Direktur Utama PT Jasamarga Kualanamu Tol, Thomas DH, memastikan pihaknya terus berkoordinasi dengan sejumlah instansi untuk menjaga kelancaran operasional di ruas tersebut.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Masyarakat diimbau menggunakan jalur alternatif lintas provinsi di luar tol. Untuk sementara, hanya kendaraan golongan satu yang diizinkan melintas di sisi jalan tol yang tidak terdampak amblasan.
Sebelumnya diberitakan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan update terbaru penanganan bencana tanah longsor dan banjir di Sumatera Utara (Sumut) per Jumat, 28 November 2025 sore. Sebanyak 116 orang meninggal dunia dan 42 lainnya masih dalam pencarian.
"Pertama untuk Provinsi Sumatera Utara per sore ini kami mendata untuk seluruh provinsi Sumatera Utara korban meninggal dunia ada 116 orang jiwa. Kemudian, 42 jiwa masih dalam pencarian," kata Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto dalam konferensi persnya, Jumat.
Laporan: Ahmad Sukri Wahyu Arshaka