104 Perumahan di Jember Rawan Banjir, 13 Berada di Bantaran Sungai

banjir, perumahan, Jember, 104 Perumahan di Jember Rawan Banjir, 13 Berada di Bantaran Sungai

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember melalui Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang sedang memetakan kawasan perumahan yang berpotensi terdampak banjir di wilayahnya.

Pemetaan ini dilakukan menyusul kejadian banjir luapan sungai yang berulang di sejumlah titik kawasan perumahan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember, Edy Budi Susilo, menyebutkan hasil pendataan sementara menunjukkan sekitar 104 perumahan berada di kawasan rawan banjir.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 perumahan teridentifikasi berdiri di bantaran sungai. Kondisi itu menyebabkan penghuni di kawasan tersebut hampir setiap tahun terdampak luapan air.

"13 sudah kami identifikasi dan 91 akan kami lakukan survei. Nanti akan kami putusan, apakah posisinya melanggar sepadan atau tidak. Karena itu sesuai yang terjadi," ujar Edy, Minggu (22/2/2026), dilansir dari TribunJatim.

Satgas selanjutnya akan melakukan survei lanjutan terhadap 91 perumahan lainnya untuk memastikan kesesuaian tata ruang, termasuk menelusuri dokumen perizinan hingga legalitas sertifikat lahan.

"Ini sesuatu yang komprehensif, oleh karena itu yang sudah terjadi (bencana) akan kami lihat dan cek lagi untuk kami betulkan. Sementara yang belum terjadi kami minta untuk tertib lagi, tentunya hal ini oleh Dinas PTSP," papar Edy.

Penertiban Pengembang Nakal Jadi Momentum Evaluasi

Menurut Edy, temuan ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi sekaligus menindak pengembang yang diduga melanggar aturan tata ruang.

"Momentum ini merupakan kesempatan untuk menertibkan hal-hal mengganggu (hingga mengakibatkan bencana) akibat ulah manusia," tuturnya.

Pemeriksaan akan difokuskan pada perubahan perizinan dan kesesuaian pembangunan dengan aturan garis sempadan sungai.

Langkah tersebut dilakukan guna melindungi masyarakat, khususnya kreditur perumahan, agar tidak dirugikan di kemudian hari.

Warga Perumahan Keluhkan Banjir Berulang

Di sisi lain, warga terdampak banjir berharap pemerintah memberikan solusi konkret.

Udin, warga Perumahan Villa Indah Tegalbesar, mengaku hanya menginginkan tempat tinggal yang aman dan layak huni.

Ia menyebut perumahannya telah dua kali terendam banjir, sehingga membuatnya merasa dirugikan sebagai pembeli rumah.

"Sebagai konsumen perumahan, kami merasa tertipu. Kami berterima kasih kepada bupati melalui satgas, untuk mengutamakan korban," tandasnya.

Banjir akibat luapan sungai pada 15 Desember 2025 tercatat berdampak pada 71 kepala keluarga (KK) di lingkungan tersebut. Sementara pada kejadian banjir Februari 2026, sekitar 15 KK kembali terdampak.

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul "104 Perumahan di Jember Rawan Banjir, Satgas Tata Ruang Siapkan Penertiban Pengembang"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang