Imbas Banjir dan Longsor Sibolga-Tapteng: Listrik Padam, Sinyal Terganggu

Bencana banjir dan longsor di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Provinsi Sumatera Utara (Sumut), tak hanya berdampak terhadap warga dan permukiman.
Pasalnya, jaringan listrik dan telekomunikasi (sinyal) seluler juga terdampak. Hal itu sudah terasa pada Selasa (25/11/2025) siang.
Perantau Khawatir Sempat Tak Bisa Hubungi Keluarga di Sibolga
Ardy, seorang perantau yang orang tuanya berada di Sibolga mengeluhkan sulitnya menghubungi keluarga. Hal ini diduga kuat dipicu padamnya aliran listrik di banyak titik.
Ardy mulai merasa khawatir sejak terakhir kali keluarga di Sibolga tidak bisa dihubungi lagi.
"Tadi terakhir masih bisa video call, setelah itu mulai tidak bisa dihubungi lagi sampai sore tadi," ungkapnya pada Selasa (25/11/2025).
Hal yang sama juga dirasakan Yudi. Ia mengaku mulai khawatir sejak pukul 14.00 WIB karena orang tuanya tidak bisa dihubungi.
“Dari siang tadi centang satu (WhatsApp). Ya kita khawatir lah, belum lagi liat di medsos banjir makin besar. Tadi mulai bisa chat di jam 19.30," ujarnya pada Selasa (25/11/2025).
Menurut Yudi, sinyal masih naik turun. Akan tetapi ia sudah sedikit lega setelah mendapatkan kabar orang tua di rumah dalam kondisi aman.
Infrastruktur Listrik PLN Banyak yang Rusak
Banjir dan longsor di sejumlah lokasi turut wilayag Sibolga dan Tapteng menyebabkan infrastruktur ketenagalistrikan milik PLN mengalami kerusakan dan menghambat akses petugas menuju titik gangguan.
Padamnya listrik menyebabkan beberapa BTS operator telekomunikasi berhenti beroperasi, sehingga jaringan seluler dan internet di wilayah Sibolga–Tapteng lumpuh.
PLN mencatat sejumlah gardu hubung tergenang air, beberapa tiang distribusi patah, serta jaringan listrik yang tertutup material longsor.
Dampaknya, pasokan listrik ke banyak kawasan terputus dan berimbas pada matinya jaringan komunikasi dan aktivitas warga.
"Sejumlah lokasi terdampak banjir dan longsor, beberapa gardu dan jaringan terendam dan tertutup material. Kondisi ini menyebabkan gangguan dan pemadaman meluas," demikian penjelasan PLN UP3 Sibolga dalam keterangan resminya pada Selasa (25/11/2025).
Manager PLN UP3 Sibolga, Bachtiar, menyampaikan pihaknya telah menetapkan Status Siaga Kelistrikan sejak laporan pertama diterima.
Tim lapangan langsung dikerahkan untuk melakukan asesmen, isolasi jaringan, serta penanganan awal di titik yang dinilai aman.
“Tim kami sudah bergerak sejak semalam. Namun ada titik yang masih tergenang dan tidak bisa dilalui. Demi keselamatan petugas dan masyarakat, perbaikan hanya dapat dilakukan setelah kondisi benar-benar memungkinkan,” ujar Bachtiar.
Sementara itu, General Manager PLN UID Sumut, Mundhakir, menegaskan bahwa keselamatan publik menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pemulihan.
"Banjir dan longsor di Sibolga dan Tapanuli Tengah menuntut kewaspadaan penuh. PLN memastikan semua langkah pemulihan dilakukan secara terukur dan mengikuti standar keselamatan yang ketat," jelas Mundhakir.
Saat ini, PLN terus berkoordinasi dengan BPBD, pemerintah daerah, TNI/Polri, dan perangkat kecamatan untuk membuka akses jalur yang tertutup banjir maupun longsor, sehingga petugas bisa menjangkau titik gangguan dan mempercepat pemulihan kelistrikan di wilayah terdampak.
PLN mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap potensi bahaya listrik di tengah bencana banjir dan longsor.
Di antaranya, menghindari menyentuh peralatan listrik yang basah atau terendam air, tidak mendekati tiang listrik, gardu, atau kabel yang tergenang, dan segera melapor melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center 123 apabila menemukan kondisi jaringan yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul "Kondisi Sibolga Tapteng Akibat Banjir Longsor, Listrik Padam, Jaringan Komunikasi Lumpuh"
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih. Berikan apresiasi sekarang