Tren Batuk, Pilek, dan Demam Meningkat, Dinas Kesehatan Gunungkidul Minta Masyarakat Waspadai Penularan

Gunungkidul, ISPA, penyakit pernapasan, Infeksi saluran pernapasan akut, Tren Batuk, Pilek, dan Demam Meningkat, Dinas Kesehatan Gunungkidul Minta Masyarakat Waspadai Penularan

Memasuki masa pancaroba, yang menandai transisi antara musim kemarau dan penghujan, Kabupaten Gunungkidul kini menghadapi peningkatan signifikan pada tren keluhan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Perubahan cuaca yang berlangsung sangat cepat dan tidak menentu ini, dari suhu panas mendadak disusul hujan, dinilai telah memicu penurunan daya tahan tubuh warga.

Kondisi ini menjadikannya rentan terhadap penyakit pernapasan terutama yang terjadi karena penularan di ruang publik.

Sekolah Menjadi Salah Satu Titik Penularan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul telah meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama mengingat potensi penyebaran yang tinggi di lingkungan komunal.

Sekolah secara khusus diidentifikasi sebagai ruang yang sangat rawan terjadi penularan ISPA.

Sidiq Heru Sukoco, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Gunungkidul, mengonfirmasi bahwa potensi penularan sangat rentan ditemukan di lingkungan sekolah.

Laporan yang diterima Dinkes menyebutkan adanya kasus dari salah satu sekolah di Kapanewon Ngawen, di mana puluhan siswa menunjukkan gejala seperti batuk, pilek, hingga demam dalam waktu yang hampir bersamaan.

“Karena kondisi cuaca yang tidak menentu sehingga berpengaruh terhadap kesehatan para siswa,” ujar Sidiq pada Senin (13/10/2025).

Imunitas Menurun dan Pentingnya Pola Hidup Bersih

Kondisi cuaca ekstrem menjelang musim penghujan membuat imunitas sebagian besar warga menurun.

Oleh karena itu, untuk mencegah penyebaran ISPA yang lebih luas, Dinkes mendesak masyarakat, khususnya pihak sekolah, untuk memperketat pelaksanaan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

langkah yang ditekankan meliputi menjaga kebersihan lingkungan, memastikan asupan gizi yang adekuat, dan membiasakan aktivitas fisik secara teratur. Aktivitas fisik dinilai krusial dalam menjaga imunitas.

“Jangan lupa berolahraga agar tubuh tetap vit. Sebab saat vitalitas terjaga maka tidak mudah terserang penyakit,” tambah Sidiq.

Waspada Peralihan Cuaca dan Potensi Bencana

Selain ancaman kesehatan, masa pancaroba juga membawa potensi bencana alam.

Sumadi, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, menyampaikan bahwa wilayah ini masih berada dalam fase peralihan.

Berdasarkan koordinasi dengan BMKG DIY, diperkirakan musim hujan akan mulai masuk pada dasarian ketiga Oktober ini.

Sumadi mengingatkan masyarakat agar tidak hanya waspada terhadap penyakit, tetapi juga terhadap potensi bencana yang diakibatkan oleh intensitas hujan yang meningkat, seperti angin kencang dan pohon tumbang.

“Akhir bulan sudah memasuki musim hujan. Adapun sekarang masih dalam masa pancaroba atau peralihan dari kemarau ke penghujan,” tutupnya, menekankan pentingnya kesiapan menghadapi perubahan cuaca yang kompleks ini.

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul "Tren ISPA di Gunungkidul Meningkat di Masa Peralihan Musim, Sekolah Jadi Lokasi Rawan Penularan". 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.