Klarifikasi Lukas Soal Kondisi Mental Timothy Anugerah: Anak Saya Tidak Cacat Mental!
Ayah dari mediang Timothy Anugerah, Lukas Triana Putra angkat bicara terkait kematian putranya pada Rabu lalu, 15 Oktober 2025. Dalam wawancaranya, Lukas kembali mengungkap kronologi saat mendapat kabar kematian putranya.
Dijelaskan Lukas, saat itu dirinya dihubungi oleh sang istri pada pukul 13.00 WIB bahwa putra satu-satunya itu meninggal dunia. Kemudian dia langsung menuju Bali pada Rabu malam.
”Setelah saya dapat kabar anak saya dipanggil oleh Tuhan saya langsung berangkat ke Bali malam. Pada saat itu Timmy (nama panggilan korban) sudah dibawa ke rumah duka,” kata Lukas seperti dikutip dari tayangan YouTube TvOne, Senin 20 Oktober 2025.
Dijelaskan oleh Lukas awalnya sang istri memang tidak ingin membawa masalah ini ke pihak kepolisian begitu juga dengan dirinya. Namun lantaran saat itu banyaknya kabar simpang siur tentang kematian putranya, Lukas akhirnya memilih untuk melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.
”Seiringnya waktu di rumah duka saya mendengar cerita dari teman-temannya Timmy, keterangan dari kampus, dekan, dan dari dosen-dosennya itu simpang siur yaitu Timmy jatuh dari lantai berapa. Karena tidak jelasnya kronologi dari kejadian tersebut, saya melaporkan ke pihak kepolisian karena ada beberapa hal yang perlu diluruskan,” sambung Lukas.
Dalam kesempatan itu, Lukas juga memberikan bantahan terhadap penyataan pihak kampus Udayana tempat sang putra berkuliah. Dalam keterangan pihak kampus kata Lukas, putranya tidak mengalami perundungan atau bullying sebelum meninggal. Hal itulah yang akhirnya menjadi pencetus dirinya melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.
”Karena pada saat itu tidak jelas berita kedua ada berita-berita di medsos yang tidak benar dan dari pernyataan pihak kampus tidak benar. Dari pihak kampus menjelaskan anak saya itu tidak ada dibully sebelum kejadian meninggal, saya beritahukan saya sudah konsultasikan dengan kuasa hukum saya. Kasus bullying itu memang susah dibuktikan terutama kasus bullying yang verbal karena verbal pembuktiannya susah sekali kecuali memang bullyingnya fisik dan bullying yang ada di media sosial itu gampang dibuktikan seperti mahasiswa Unud yang membully anak saya setelah kematiannya kalau itu mau dibawa ke ranah hukum,” jelas dia.
Sementara itu, ayah Timothy juga memberikan beberapa klarifikasi terkait kabar yang viral di media sosial. Terutama terkait dengan kondisi kesehatan mental Timothy yang ramai diperbincangkan. Dijelaskan oleh Lukas putranya tidak cacat secara mental seperti yang ditudingkan. Dia menyebut putranya hanya mengalami masalah speech delay di usia tiga tahun lantaran adanya sumbatan di telinganya.
“Ada beberapa hal yang perlu diluruskan. Pertama anak saya tidak punya cacat mental, anak saya memang punya gangguan pendengaran di masa kecilnya yaitu pada umur 3 tahun dia belum bisa berbicara. Kami bawa dia ke spesialis THT anak untuk diperiksa dan memang ada sumbatan kotoran yang membuat tidak bisa bicara dengan baik dan benar sehingga dia susah berbicara,” jelas dia.
Lukas juga meluruskan tentang gaya bahasa putranya yang mana memang lebih baku. Hal ini lantaran mendiang putranya lebih fasih menggunakan bahasa Inggris sejak kecil. Alhasil lantaran bahasa inilah yang membuatnya kesulitan diterima di lingkungan kediamannya.
“Kedua adalah anak saya, saya sekolahkan di sekolah internasional karena saya ingin anak saya yang terbaik. Tapi malahan bahasa ibunya adalah bahasa Inggris sehingga untuk sosialisinya dia di masyarakat sekitar dia tidak begitu baik karena perbedaan bahasa yang tidak bisa diterima lingkungan di rumah saya,” kata dia.
Keterangan Pihak Polresta Denpasar, Bali
Sementara itu, Kasie Humas Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi menjelaskan bahwa untuk kasus kematian Timothy ini sedang dalam penyelidikan. Sehingga pihak kepolisian belum bisa menyimpulkan penyebab kematian dari Timothy.
”Masih dilakukan penyelidikan dan pendalaman-pendalaman apakah ada unsur sengaja atau memang kecelakaan. Belum bisa disimpulkan, yang diperiksa ada beberapa saksi,” kata dia.