Kondisi Terkini Inara Rusli, Kena Mental Gegara Dihujat Masalah Nikah Siri
Nama Inara Rusli kembali menjadi perbincangan hangat publik setelah secara terbuka mengakui telah menjalani pernikahan siri dengan seorang pengusaha asal Medan, Insanul Fahmi.
Pengakuan tersebut menuai polemik karena Insanul Fahmi diketahui masih terikat dalam pernikahan sah dengan Wardatina Mawa. Situasi ini membuat kehidupan pribadi Inara kembali tersorot tajam, terutama setelah persoalan tersebut berujung ke ranah hukum. Scroll lebih lanjut yuk!
Pada akhir 2025, Wardatina Mawa secara resmi melaporkan Inara Rusli dan Insanul Fahmi ke Polda Metro Jaya atas dugaan perzinaan. Dalam laporan tersebut, Wardatina turut menyerahkan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman kamera pengawas berdurasi sekitar dua jam yang diklaim menampilkan adegan tidak pantas antara keduanya.
Laporan itu dengan cepat menyebar luas di media sosial dan memicu reaksi keras dari netizen.
Sejak kabar tersebut viral, Inara Rusli menjadi sasaran hujatan publik. Banyak netizen melayangkan komentar pedas dan menuding Inara sebagai pihak yang telah merebut suami orang.
Gelombang kecaman semakin membesar setelah Inara mengungkapkan keinginannya untuk melegalkan pernikahannya dengan Insanul Fahmi agar diakui secara hukum negara.
Tekanan publik yang masif itu berdampak langsung pada kondisi psikologis Inara Rusli. Kuasa hukumnya, Daru Quthny, mengungkapkan bahwa kliennya mengalami guncangan mental akibat rentetan hujatan yang diterimanya di ruang publik.
“Dipastikan ya kalau untuk mental, pasti Inara kena lah. Nggak mungkin nggak, karena biar bagaimana pun kan dia seorang perempuan,” ungkap Daru Quthny kepada awak media, dikutip Kamis 15 Januari 2026.
Daru juga menyampaikan bahwa saat ini Inara memilih untuk tidak banyak berbicara kepada media. Selain tekanan mental, kondisi fisik Inara disebut tengah menurun sehingga ia belum siap menghadapi sorotan secara langsung.
“Memang kondisinya lagi kurang enak badan, seharusnya (pemeriksaan) itu Senin, tapi kemarin nggak enak badan,” ujar Daru.
Di tengah proses hukum yang berjalan, Inara Rusli masih berupaya menempuh jalan damai dengan Wardatina Mawa. Melalui tim kuasa hukumnya, Inara telah mengajukan mekanisme restorative justice (RJ).
Namun, upaya tersebut sejauh ini belum membuahkan hasil karena pihak pelapor menolak jalur perdamaian.
Meski demikian, sang pengacara menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti mengupayakan penyelesaian secara kekeluargaan. Menurutnya, faktor masa depan anak menjadi pertimbangan utama dalam usaha perdamaian tersebut.
“Kami tetap masih berupaya dan berusaha, memang kami juga intinya adalah bagaimana pun caranya, kami tetap harus mengupayakan, karena in ikan masih ada kaitannya dengan masa depan anak juga,” kata Daru Quthny.
“Jadi kami akan berusaha, dan kami, kuasa hukum Inara yakin, InshaAllah akan terjadi perdamaian, seperti itu, karena pihak kami adalah pihak yang dari memang Inara Rusli sendiri,” pungkasnya.
Hingga kini, kasus yang menjerat Inara Rusli masih menjadi perhatian publik. Di tengah tekanan sosial dan proses hukum yang berjalan, kondisi mental dan kesehatannya menjadi sorotan, sementara upaya damai terus diupayakan oleh pihak kuasa hukum.