Manajer Jakarta Pertamina Beri Jaminan soal Kondisi Kondisi Megawati Hangestri

Proliga, Red Sparks, Jakarta Pertamina Enduro, Widi Triyoso, Jakarta Electric PLN, Manajer Jakarta Pertamina Beri Jaminan soal Kondisi Kondisi Megawati Hangestri

Bintang voli putri andalan Jakarta Pertamina Enduro, Megawati Hangestri Pertiwi, akhirnya angkat bicara mengenai masalah cedera lutut yang membayanginya.

Kebugaran sang pemain menjadi sorotan di tengah jadwal padat yang ia jalani, terutama saat berjuang di fase krusial pentas Proliga 2026.

Gangguan pada lutut tersebut ditengarai sebagai dampak dari intensitas pertandingan yang teramat tinggi sejak ia membela Daejeon JungKwanJang Red Sparks pada fase playoff dan final Liga Voli Korea musim lalu. 

ini, bersama Jakarta Pertamina Enduro, atlet yang akrab disapa Megatron itu terus berusaha mengembalikan performa optimalnya di lapangan meski tenaganya terus terkuras habis.

2024, agenda atlet asal Jember, Jawa Timur tersebut nyaris tanpa jeda.

Di Korea Selatan, ia harus melakoni delapan pertandingan dengan rata-rata waktu istirahat hanya satu hari.

Sepulangnya ke tanah air dengan membawa riwayat cedera, Megawati langsung dihadapkan pada rentetan kompetisi elit.

Ia tercatat tampil di berbagai ajang domestik hingga internasional, mulai dari Proliga musim lalu, Livoli Divisi Utama, Piala Kapolri, Pekan Olahraga Nasional (PON), SEA V League, SEA Games, hingga sempat merumput dalam turnamen pramusim di Turki.

Rangkaian agenda tersebut diyakini memengaruhi kebugarannya saat ini, yang terlihat dari lompatannya yang belum kembali seratus persen prima.

Di tengah rumor ketertarikan media Korea yang menyebutnya akan kembali berkarier di Negeri Ginseng, Megawati memberikan respons singkat terkait proses penyembuhan fisiknya saat ini.

"Iya efek dari tahun lalu, terus lagi proses (pemulihan) aja sih. Doain aja yang terbaik," kata Megawati dikutip dari BolaSport.

Jaminan Penanganan Medis dari Manajemen

Menyikapi situasi yang dialami sang pemain, Manajer Tim, Widi Triyoso, menegaskan bahwa pihak klub menempatkan kesehatan seluruh amunisinya sebagai prioritas mutlak.

Ia menekankan bahwa perawatan tidak hanya difokuskan pada Megawati, tetapi juga pemain asing seperti Wilma Salas yang sempat tumbang akibat diare jelang laga kontra Jakarta Electric PLN.

"Kami punya kekuatan di tim itu ada triangle yaitu Irina Voronkova, kemudian Wilma Salas sama Megawati. Tiga ini harus dalam kondisi fit semua," kata Widi.

Terkait penurunan kondisi fisik beberapa pilarnya, Widi juga tak segan membeberkan dinamika yang terjadi di balik layar.

"Kalau buka rahasia permainan, Wilma Salas dengan yang kemarin, kalau secara statistiknya, mungkin lebih baik yang kemarin."

"Tapi kemarin terus terang dia (Salas) masih kena ini diare tadi malam. Tadi sempat diinfus. Jadi jangan khawatir."

Mengenai isu kebugaran yang menimpa sang opposite lokal andalannya, Widi memberikan kepastian bahwa proses rehabilitasi berada di tangan yang tepat.

"Kemudian Mega yang isunya cedera, tapi kami punya tim medis yang lengkap."

"Kami obati, terapi. Nah, jadi dengan begitu kita mempersiapkan pemain-pemain ini dalam kondisi fit," ujar Widi.

Fokus Menyegel Tiket Final

Kehadiran trisula maut di lini serang dinilai sebagai fondasi utama tim dalam usaha mempertahankan takhta juara.

Saat ini, tim asuhan manajemen tersebut hanya membutuhkan tambahan satu poin krusial untuk menyegel kepastian lolos kembali ke partai puncak.

"Tiga pemain ini cukup berkualitas. Yang penting mereka dalam kondisi fit."

"Insyaallah kalau yang berikutnya Salas sudah enggak sakit perut, Mega juga 100 persen bisa recovery. Irina tidak ada masalah."

Menjelang laga penentuan, seluruh elemen di Jakarta Pertamina Enduro menatap sisa kompetisi dengan tingkat optimisme yang tinggi.

"Insyaallah tim kami siap untuk menghadapi pertandingan berikutnya," pungkas Widi Triyoso.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang