Klarifikasi Indy Barends Soal Kondisi Mental Anaknya yang Ngerasa Diabaikan Orang Tua
Nama Indy Barends tengah menjadi sorotan publik setelah sang putra, Manuel Tobias Sarmanella, mengunggah pernyataan di media sosial yang menyinggung kondisi mentalnya.
Dalam unggahan tersebut, Manuel mengaku merasa tidak didengar dan kurang mendapatkan ruang untuk menyampaikan pendapatnya kepada sang ibu. Curahan hati itu pun dengan cepat viral dan memicu beragam reaksi dari publik. Scoll lebih lanjut yuk!
Manuel secara terbuka menyampaikan bahwa dirinya kerap menahan diri untuk berbicara karena takut respons yang diterima tidak sesuai dengan harapannya.
Ia merasa opininya sering kali tidak mendapat tempat. Unggahan tersebut memancing simpati sekaligus menimbulkan tanda tanya mengenai kondisi hubungan ibu dan anak tersebut.
Menanggapi polemik yang berkembang, Indy Barends akhirnya memberikan penjelasan saat tampil dalam program Rumpi yang dipandu oleh Feni Rose.
Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa persoalan yang terjadi lebih disebabkan oleh perbedaan cara komunikasi antara orang tua dan anak di era sekarang, bukan karena pengabaian seperti yang dipersepsikan publik.
Menurut Indy Barends, salah satu pemicu kesalahpahaman adalah perbedaan sensitivitas terhadap intonasi suara. Ia mencontohkan situasi sederhana dalam keseharian.
"Anak sekarang ditanya, ‘kamu udah makan belum,’ nggak dijawab. Pas naik tone sedikit, ‘kamu udah makan belum,’ buat mereka itu sudah dianggap marah,” jelas Indy Barends, mengutip tayangan YouTube, Jumat 27 Februari 2026.
Ia menyadari bahwa generasi muda, khususnya Gen Z, memiliki kepekaan yang berbeda terhadap nada bicara. Hal yang bagi orang tua terdengar biasa saja, bisa dimaknai berbeda oleh anak-anak seusia Manuel.
Dari peristiwa ini, Indy Barends mengaku banyak melakukan refleksi diri. Ia memahami bahwa pola komunikasi yang panjang dan cenderung menggurui tidak lagi efektif. Justru, penyampaian pesan yang singkat, lugas, dan disertai alasan yang jelas lebih mudah diterima.
"Ternyata anak seperti Manuel, kalau ngomong intinya saja, lalu jelaskan alasannya, itu lebih diterima,” tuturnya.
Selain itu, Indy juga menyinggung soal kebiasaan membandingkan anak dengan orang lain, yang rupanya menjadi salah satu hal yang tidak disukai Manuel. Ia mengakui pentingnya menghargai perasaan tersebut dan berusaha memperbaiki pendekatannya dalam mendidik anak.
Perubahan sikap Indy bahkan sempat disadari oleh anak pertamanya, Rafa. Ketika ia mencoba konsisten berbicara dengan nada lebih rendah, Rafa merasa ada yang berbeda.
"Bayangin Waktu aku mencoba untuk tidak berbicara dengan nada tinggi. Rafa sampai begini, 'Mah kenapa sih? Seminggu ini mamah ngomong nada rendah banget'," jelasnya.
Indy Barends juga mengakui kemungkinan selama ini Manuel merasa kurang didengar atau sering terpotong saat berbicara. Ia pun menyadari kekeliruannya sebagai orang tua.
"Aku lupa kalau mereka perlu didengar, bukan diceramahi,” ujarnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan kasih sayang, Indy mengaku telah meminta maaf secara langsung kepada Manuel. Ia memastikan bahwa hubungan mereka kini dalam keadaan baik dan persoalan tersebut tidak sebesar yang dibayangkan publik.
Terkait unggahan yang sempat viral, Indy menjelaskan bahwa Manuel awalnya hanya mengikuti tren media sosial tanpa menyadari dampaknya akan meluas. Pada akhirnya, sang putra memutuskan untuk menghapus unggahan tersebut atas kesadaran pribadi.
"Manuel kalau ada apa-apa, dia ngerasa benar, nggak bakalan mau ditakedown, tapi ini dengan kesadaran dia pribadi, akhirnya dia mentakedown. Itu bukan paksaan. Tapi kita hanya menganjurkan saat itu," tandasnya.