Bursa Asia Sumringah Jelang Laporan Ekonomi Tiongkok
Pasar memperkirakan ekonomi negara ekonomi terkuat kedua itu melambat pada kuartal III-2025. Produk domestik bruto (PDB) bulan Juli hingga September 2025 tumbuh 4,8 persen secara year on year (yoy) sementara pada kuartal sebelumnya naik hingga 5,2 persen.
Dikutip dari CNBC Internasioanal, Senin, 20 Oktober 2025, indeks Nikkei 225 melesat 1,6 persen. Indeks acuan Jepang lainnya, Topix, melonjak sebesar 1,43 persen.
Di Korea Selatan, indeks Kospi mencatat penguatan sebesar 0,36 persen setelah mencapai rekor tertinggi untuk hari ketiga berturut-turut pada Jumat, 17 Oktober 2025. Indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil naik 1,13 persen.
Indeks Hang Seng Hong Kong bergerak lebih tinggi ke posisi 25.863 dari 25.247,1. Indeks S&P/ASX 200 di Australia merosot tipis 0,1 persen.
Ilustrasi sedang investasi
Ketiga indek acuan Wall Street juga berada di zona hijau saat penutupan perdagangan di akhir pekan. Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak berkat sentimen investor menilai melunak AS dalam pembicaraan perdagangan dengan Tiongkok.
Investor juga mulai menghilangkan kekhawatiran kredit yang memicu aksi jual besar-besaran di bank-bank AS. Indeks Dow Jones menguat 238,37 poin atau 0,52 persen ke level 46.190,61.
Indeks S&P 500 juga mencatat lonjakan sebesar 0,53 persen menjadi 6.664,01. Nasdaq Composite melambung 0,52 persen ke area 22.679,98.