Bursa Asia Terjun Bebas, Rudal Houthi ke Israel Picu Tekanan Global
Kelompok Houthi Yaman mengatakan telah menembakkan rudal ke Israel pada Sabtu, 28 Maret 2026. Ini menandai keterlibatan langsung Yaman untuk pertama dalam perang yang dipimpin AS dan Israel melawan Iran.
Dalam sebuah unggahan di X, Juru Bicara Houthi, Yahya Saree, mengatakan pihaknya meluncurkan rentetan rudal balistik ke tempat-tempat yang mereka sebut sebagai situs militer Israel yang sensitif. Saree menegaskan upaya ini merupakan dukungan kepada Iran dan pasukan Hizbullah sekutunya di Lebanon.
Serangan Yaman ke Israel menunjukkan peningkatan eskalasi lebih lanjut perang yang dimulai dengan serangan udara AS dan Israel terhadap target-target Iran pada 28 Februari 2026.
Ilustrasi ledakan.
Mengutip CNBC Internasional, indeks Kospi Korea Selatan turun lebih dari 5 persen. Indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil Kosdaq merosot 3,97 persen.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 3,97 persen sementara indeks Topix tergerus 3,9 persen. Regulator Bank Sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) sedang membahas perlunya kenaikan suku bunga lebih lanjut pada pertemuan di bulan Maret 2026.
Kenaikan suku bunga acuan menyusul lonjakan harga minyak dunia imbas konflik Timur Tengah yang memberikan tekanan terhadap inflasi. Salah satu anggota Dewan BOJ mengisyaratkan bahwa pengetatan mungkin perlu dipercepat, menurut ringkasan pendapat yang dirilis hari ini.
Indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 1,46 persen. Indeks Hang Seng Hong Kong tergerus 1,52 persen sementara CSI 300 kehilangan 0,77 persen.
Wall Street juga menujukkan koreksi cukup dalam pada penutupan pasar jelang akhir pekan. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 793,47 poin atau 1,73 persen dan ditutup pada 45.166,64.
Indeks S&P 500 merosot 1,67 persen dan mengakhiri sesi pada level terendah tujuh bulan di 6.368,85. Nasdaq Composite terjun 2,15 persen menjadi 20.948,36.