Harga Minyak Dunia Meroket, Purbaya Bakal Evaluasi Penyesuaian APBN Sebulan ke Depan
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengaku, pihaknya bakal mengevaluasi potensi penyesuaian APBN dalam waktu sebulan ke depan, sebagai imbas dari melonjaknya harga minyak dunia.
Diketahui, harga minyak mentah jenis Brent saat ini telah mencapai US$118 per barel, untuk kali pertamanya sejak 17 Juni 2022.
“Saya akan evaluasi selama satu bulan ke depan apa yang terjadi, dan kami akan lakukan penyesuaian seperlunya,” kata Purbaya di Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Karenanya, Purbaya memastikan akan terus memantau perkembangan harga minyak dunia, guna mengambil keputusan yang diperlukan pada waktu yang tepat.
“Kami monitor dari waktu ke waktu dan saya enggak akan terlambat mengambil keputusan kalau diperlukan,” ujarnya.
Sejauh ini, menurutnya rata-rata perkembangan harga minyak masih di bawah kapasitas maksimal APBN. “Jangan cepat menyimpulkan harga akan US$100 terus. Kami akan lakukan asesmen dari waktu ke waktu," kata Purbaya.
"Karena perhitungan berubah terus sesuai keadaan, sekarang belum US$100a kan rata-ratanya, masih di bawah itu. Jadi tenang dulu,” ujarnya.
Purbaya menilai, lonjakan harga minyak dunia belum memberikan dampak yang signifikan terhadap aktivitas ekonomi domestik. Karena menurutnya, perekonomian nasional masih menunjukkan kinerja yang ekspansif.
“Yang jelas kami cukup pintar. Penyesuaian yang dilakukan tidak akan mengganggu momentum pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.