Temuan Ombudsman soal MBG: Banyak Pekerja SPPG Keluhkan Gaji hingga Beban Kerja yang Berat

Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika
Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika

 Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan publik dalam beberapa waktu terakhir. Sorotan ini muncul usai banyaknya kasus keracunan yang menimpa para siswa usai menyantap MBG. BGN dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI menyebut, bahwa salah satu faktor kasus keracunan disebabkan ketidakpatuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terhadap SOP yang telah ditetapkan. Dalam hal ini justru Ombudsman RI menyoroti soal masih adanya keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terjadi di beberapa SPPG di berbagai daerah.

Pekerja menyiapkan Makan Bergizi Gratis (MBG)

Pekerja menyiapkan Makan Bergizi Gratis (MBG)

Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika menjelaskan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi berkurangnya motivasi kerja dari para karyawan di dapur SPPG.

"Di Bogor misalnya, staf inti SPPG seperti ahli gizi dan akuntan dijanjikan honor Rp 5 juta per bulan, namun realisiasinya baru cair setelah tiga bulan," katanya dikutip Kamis 2 Oktober 2025.

Selain masalah gaji, Yeka mengungkapkan, bahwa relawan SPPG banyak yang mengeluhkan soal pekerjaan yang sangat berat.

"Di Garut dan Bandung Barat relawan yang rata-rata berjumlah 50 orang per SPPG menyampaikan keluhan mengenai bebas kerja yang cukup berat mulai dari dapur hingga distribusi yang belum sebanding dengan kompensasi yang diberikan," ungkapnya.

Ia juga menuturkan bahwa di Kabupaten Lebong, Kabupaten Banggai dan Bangka Belitung banyak guru yang merangkap sebagai penanggungjawab distribusi MBG.

"Guru harus mengatur distribusi makanan tanpa insentif dan fasilitas yang memadai," tuturnya.

Oleh karena itu, Yeka menilai kondisi ini menandakan bahwa persoalan SDM bukan hanya terkait jumlah tetapi juga menyangkut penataan peran, beban kerja dan mekanisme kompensasi yang adil.

"Dengan memperkuat tata kelola Sumber Daya Manusia, memberikan penghargaan yang layak, dan memastikan tugas seusai kompetensi program MBG dapat berjalan dengan efektif sekaligus menjaga semangat para pelaksana di lapangan," tandasnya.

tvOnenews/Aldi Herlanda